Pengertian
Kooperatif
Agus Suprijono (2009:54-55)
menjelaskan pengertian pembelajaran kooperatif sebagai berikut. Pembelajaran
kooperatif adalah konsep yang lebih luas meliputi semua jenis kerja kelompok
termasuk bentuk-bentuk yang lebih dipimpin oleh guru atau diarahkan oleh guru. Secara
umum pembelajaran kooperatif dianggap lebih diarahkan oleh guru, dimana guru
menetapkan tugas dan pertanyaan-pertanyaan serta menyediakan bahan-bahan dan informasi
yang dirancang untuk membantu peserta didik menyelesaikan masalah yang
dimaksud.
Guru biasanya menetapkan bentuk
ujian tertentu pada akhir tugas. Dalam proses pembelajaran dengan model
pembelajaran kooperatif siswa didorong untuk bekerjasama pada suatu tugas bersama
dan mereka harus mengkoordinasikan usahanya untu penyelesaikan tugas yang
diberikan guru. Tujuan model pembelajaran kooperatif adalah prestasi belajar
akademik siswa meningkat dan siswa dapat menerima berbagai keragaman dari
temannya, serta pengembangan keterampilan sosial.
Menurut Slavin dalam Entin Solihatin
(2007:4), model pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran dimana siswa
belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang
anggotanya terdiri dari 4 sampai 6 orang, dengan struktur kelompoknya yang
bersifat heterogen. Heterogen disini berkaitan dengan tingkat prestasi belajar,
jenis kelamin, dan latar belakang keluarga. “Model pembelajaran kooperatif
dikembangkan untuk mencapai hasil belajar berupa prestasi akademik, toleransi, menerima
keragaman, dan pengembangan keterampilan sosial” (Agus Suprijono, 2010:61).
Ada beberapa definisi tentang
pembelajaran kooperatif yang dikemukakan para ahli pendidikan. Nur Asma (2006:
11) mendefinisikan belajar kooperatif sebagai berikut
“cooperative
learning methods share the idea that students work together to learn and are
responsible for their teammates learning as well as their own”. Definisi
ini mengandung pengertian bahwa dalam belajar kooperatif siswa belajar bersama
saling menyumbang pemikiran dan bertanggung jawab terhadap pencapaian hasil
belajar secara individu maupun kelompok.
Nur Asma (2006: 11) mendefinisikan
belajar kooperatif adalah kegiatan yang berlangsung di lingkungan belajar siswa
dalam kelompok kecil yang saling berbagi ide-ide dan bekerja secara kolaboratif
untuk memecahkan masalahmasalah yang ada dalam tugas mereka. Roestiyah N.K.
(2001: 15) mengemukakan bahwa tehnik ini ialah suatu cara mengajar dimana siswa
di dalam kelas dipandang sebagai suatu kelompok atau dibagi menjadi beberapa
kelompok. Setiap kelompok teridiri dari lima atau tujuh siswa, mereka bekerja
sama dalam memecahkan masalah, atau melaksanankan tugas tertentu, dan berusaha
mencapai tujuan pengajaran yang telah ditentukan oleh guru.
Berdasarkan definisi di atas dapat
dikatakan bahwa pembelajaran kooperatif adalah siswa belajar dengan cara bekerja
sama dalam kelompok untuk memecahkan masalah yang dihadapi dengan penuh
tanggung jawab pada aktifitas belajar kelompoknya, sehingga materi yang
diajarkan guru mudah dipahami oleh seluruh anggota kelompok.
Pembelajaran kooperatif menekankan
kerja sama antar siswa dalam kelompok. Hal ini dilandasi oleh pemikiran bahwa
siswa lebih mudah menemukan dan memahami suatu konsep jika mereka saling
mendiskusikan masalah tersebut dengan temannya. Banyak anggota suatu kelompok
dalam belajar kooperatif, biasanya terdiri dari empat sampai enam orang dimana
anggota kelompok yang terbentuk diusahakan heterogen berdasarkan perbedaan
kemampuan akademik, jenis kelamin, dan etnis.
b.
Tujuan Pembelajaran Kooperatif
Pengembangan pembelajaran kooperatif
bertujuan untuk mencapai hasil belajar, penerimaan terhadap keragaman, dan
pengembangan keterampilan social (Slavin 2005: 231). Masing-masing tujuan
tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.
1)
Pencapaian Hasil Belajar
Pemusatan perhatian pada kelompok
pembelajaran kooperatif dapat mengubah norma budaya anak muda dan membuat
budaya lebih dapat menerima prestasi menonjol dalam berbagai tugas
pembelajaraan akademik. Selain merubah norma yang berhubungan dengan hasil
belajar, pembelajaran kooperatif dapat memberi keuntungan pada siswa yang
bekerja sama menyelesaikan tugas-tugas akademik, baik kelompok bawah maupun
kelompok atas. Siswa kelompok atas akan menjadi tutor bagi siswa kelompok
bawah. Dalam proses tutorial ini, siswa kelompok atas akan meningkat kemampuan akademiknya
karena memberi pelayanan sebagai tutor kepada teman sebaya yang membutuhkan
pemikiran lebih mendalam tentang hubungan ide-ide yang terdapat di dalam materi
tertentu.
2)
Penerimaan Terhadap Keragaman
Efek penting yang kedua dari model
pembelajaran kooperatif ialah penerimaan yang luas terhadap orang yang berbeda
menurut ras, budaya, tingkat sosial, kemampuan, maupun ketidakmampuan. Banyak
kontak fisik diantara orang-orang yang berbeda suku, ras atau kelompok tidak
cukup untuk mengurangi kecurigaan dan perbedaan ide. Pembelajaran kooperatif
memberi peluang kepada siswa yang latar belakang dan kondisi untuk bekerja
saling bergantung satu sama lain atas tugas-tugas bersama, dan melalui
penggunaan struktur penghargaan kooperatif, serta belajar untuk menghargai satu
sama lain.
3)
Pengembangan Keterampilan Sosial
Tujuan penting ketiga ialah untuk
mengajarkan kepada siswa keterampilan kerja sama dan kolaborasi. Keterampilan
ini amat penting untuk dimiliki di dalam masyarakat, banyak kerja orang dewasa
dilakukan dalam organisasi yang bergantung satu sama lain dalam masyarakat
meskipun bergam budayanya. Sementara itu, banyak anak muda dan orang dewasa
masih kurang dalam keterampilan sosial. Situasi ini dibuktikan dengan begitu
sering terjadi suatu pertikaian kecil antar individu dapat mengakibatkan
tidakan kekerasan, atau betapa sering orang menyatakan ketidak puasan ketika
diminta untuk bekerja dalam situasi kooperatif. Selain unggul dalam membantu
siswa memahami konsep-konsep sulit, model ini sangat berguna untuk membantu siswa
menumbuhkan kemampuan kerja sama.
Ciri-Ciri
Metode Pembelajaran Kooperatif
Ciri-ciri model pembelajaran
kooperatif adalah; (1) belajar bersama dengan teman, (2) selama proses belajar
terjadi tatap muka antar teman, (3) saling mendengarkan pendapat di antara
anggota kelompok, (4) belajar dari teman sendiri dalam kelompok, (5) belajar
dalam kelompok kecil, (6) produktif berbicara atau saling mengemukakan
pendapat, (7) keputusan tergantung pada siswa sendiri, (8) siswa aktif (Stahl
1994: 46).
Unsur-Unsur
Model Pembelajaran Kooperatif
Menurut Anita Lie (2010:31), untuk
mencapai hasil yang maksimal, lima unsur model pembelajaran kooperatif harus
diterapkan:
1) Saling ketergantungan positif.
Keberhasilan suatu pembelajaran sangat bergantung pada usaha setiap anggotanya.
Semua anggota bekerja demi tercapainya satu tujuan yang sama.
2) Tanggung jawab perseorangan.
Setiap siswa harus bertanggungjawab untuk melakukan yang terbaik demi
kelancaran pembelajaran dalam kelompok.
3) Tatap muka. Setiap kelompok harus
diberikan kesempatan untuk bertatap muka dan berdiskusi. Kegiatan interaksi ini
memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling mengenal dan menerima satu sama
lain. Setiap anggota kelompok mempunyai latar belakang pengalaman, keluarga dan
prestasi belajar yang berbeda satu dengan yang lain. Dengan demikian terwujud
sikap untuk saling menghargai perbedaan, memanfaatkan kelebihan dan mengisi
kekurangan masing-masing siswa.
4) Komunikasi antaranggota.
Keberhasilan suatu kelompok juga bergantung pada kesediaan para anggotanya
untuk saling mendengar dan kemampuan mereka untuk mengutarakan pendapat mereka.
5) Evaluasi proses kelompok. Guru
perlu menjadwalkan waktu khusus bagi kelompok untuk mengevaluasi proses kerja
kelompok dan hasil kerja sama mereka agar selanjutnya bisa bekerja sama dengan lebih
efektif.
Berdasarkan pendapat di atas, model
pembelajaran kooperatif menjadikan siswa saling kergantungan positif di dalam
kelompok bertanggungjawab demi kelompoknya. Model pembelajaran kooperatif juga
memberikan kesempatan kepada siswa yang satu dengan yang lain agar saling
menghargai atas berbagai pendapat, sehingga dapat saling bertukar pengalaman
untuk menyelesaikan masalah.
Prinsip
Dasar dan Karakteristik Model Pembelajaran Kooperatif
Prinsip model pembelajaran
kooperatif menurut Nur Asma (2006:14-16):
1) Belajar siswa aktif, pembelajaran
berpusat pada siswa untuk belajar bersama dalam kelompok dalam memahami materi pelajaran
yang diberikan oleh guru.
2) Belajar kerja sama, proses
pembelajaran dilakukan secara bersama untuk membangun pengetahuan melalui
penemuan-penemuan sehingga pemahaman yang diperoleh lebih bernilai permanen.
3) Pembelajaran partisipatorik,
siswa belajar dengan melakukan sesuatu secara bersama-sama untuk menemukan dan
membangun pengetahuan yang menjadi tujuan pembelajaran.
4) Reactive Teaching, guru
menciptakan suasana pembelajaran menarik dan menyenangkan sehingga menumbuhkan
motivasi belajar siswa yang tinggi.
5) Pembelajaran yang menyenangkan,
pembelajaran harus berlangsung dalam suasana yang menyenangkan dengan sikap dan
perilaku guru yang ramah. Dalam penelitian ini, prinsip dasar yang digunakan
adalah pembelajaran berpusat pada siswa untuk belajar bersama dalam kelompok
untuk memahami materi pelajaran yang diberikan oleh guru dan masing-masing
siswa bertanggungjawab secara individu terhadap materi yang sedang dipelajari.
Karakteristik model pembelajaran
kooperatif yang dikemukakan oleh Slavin (dalam Isjoni, 2009:33-34) meliputi:
1) Penghargaan kelompok, penghargaan
kelompok diperoleh kelompok dalam mencapai skor dalam kriteria yang ditentukan.
Keberhasilan kelompok didasarkan pada penampilan individu sebagai anggota
kelompok dalam menciptakan hubungan antarpersonal yang saling mendukung,
membantu dan saling peduli.
2) Pertanggungjawaban individu,
menitikberatkan pada semua aktivitas anggota kelompok secara individu yang
menjadikan setiap anggota siap menghadapi tes dan tugas secara mandiri.
3) Kesempatan yang sama untuk
mencapai keberhasilan, semua siswa baik siswa berprestasi rendah, sedang atau
tinggi memperoleh kesempatan yang sama untuk berhasil dan melakukan yang
terbaik bagi kelompoknya. Dalam penelitian ini karakteristik pembelajaran
kooperatif yang ditekankan adalah penghargaan kelompok dan tanggung jawab individu.
Adapun langkah-langkah model pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut:
1) Menyampaikan tujuan dan
memotivasi siswa.
2) Menyajikan informasi.
3) Mengorganisasikan siswa ke dalam
kelompok-kelompok belajar.
4) Membimbing kelompok belajar.
5) Evaluasi dan pemberian umpan
balik.
6) Memberikan penghargaan.
Model pembelajaran cooperative
learning menempatkan siswa sebagai subjek pembelajaran (student oriented)
sehingga suasana pembelajaran berkembang secara demokratis dan siswa mempunyai peluang
untuk mengembangkan potensinya secara maksimal. Beberapa keuntungan yang
diperoleh apabila pelaksanaan pembelajaran menggunakan model pembelajaran
cooperative learning.
![]() |
| www.helpersetia.com |




Post a Comment
Jika Anda Ingin Memberi Masukan/Saran, Pertanyaan, Atau Diskusi Mengenai Postingan Ini, Anda Dapat Mengisikannya Pada Kotak Komentar Berikut Ini.