Keaktifan
Belajar Siswa
a.
Pengertian Keaktifan
Aktif adalah metode pengajaran yang
melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Pembelajaran pada
hakekatnya untuk mengembangkan aktivitas dan kreativitas peserta didik melalui
berbagai interaksi dan pengalaman belajar. Pembelajaran aktif mengkondisikan
agar siswa selalu melakukan kegiatan belajar secara aktif dan berfikir tenang,
fokus, dengan apa yang dilakukan selama
pembelajaran (Warsono dan Hariyanto, 2013: 12).
Menurut Dimiyati (2006: 44) siswa
merupakan makhluk yang aktif. Siswa memiliki dorongan untuk melakukan sesuatu,
memiliki kemauan dan keinginan. Belajar pada hakekatnya adalah proses aktif
dimana seseorang melakukan kegiatan untuk merubah suatu perilaku, terjadi kegiatan
merespon terhadap setiap proses pembelajaran. Siswa yang belajar tidak dapat
dilimpahkan kepada orang lain, belajar hanya akan terjadi apabila seorang siswa
aktif mengalami sendiri. John dewey menyatakan bahwa “belajar adalah menyangkut
apa yang harus dikerjakan siswa untuk dirinya sendiri, maka inisiatif harus
datang dari siswa sendiri”. Dalam proses belajar siswa harus aktif sendiri dan
guru hanyalah membimbing dan mengarahkan.
Dimyati (2006: 51) menyatakan belajar aktif adalah
langkah pembelajaran yang menyenangkan. Dalam kegiatan pembelajaran siswa dituntut
untuk selalu aktif dalam memproses dan mengolah perolehan belajarnya. Untuk
dapat memproses dan mengolah hasil belajarnya secara efektif, siswa dituntut
untuk aktif secara fisik, intelektual, dan emosional. Marno & Idris (2010:
150) menyatakan bahwa belajar aktif dapat membantu siswa untuk menghidupkan dan
melatih memori siswa agar bekerja dan berkembang secara optimal. Pembelajaran
itu dapat melalui media visual yang ditunjukkan oleh guru karena siswa dapat menyimpulkan
sesuatu dari apa yang telah siswa lihat. Belajar aktif juga merupakan cara
untuk membuat siswa aktif sejak dini melalui aktivitasaktivitas yang membangun
kerja kelompok dan dapat membuat siswa memahami materi pelajaran yang
disampaikan.
Keaktifan belajar siswa adalah unsur
dasar yang penting bagi keberhasilan proses pembelajaran. Keaktifan adalah
kegiatan yang bersifat fisik maupun mental, yaitu berbuat dan berfikir sebagai
suatu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan (Sardiman A.M., 2011: 98). Belajar
yang berhasil harus melalui berbagai macam aktivitas, baik aktivitas fisik
maupun psikis. Aktivitas fisik adalah siswa giat aktif dengan anggota badan,
membuat sesuatu, bermain maupun bekerja, tidak hanya duduk dan mendengarkan,
melihat atau hanya pasif. Siswa yang memiliki aktivitas psikis (kejiwaan)
adalah jika daya jiwanya bekerja sebanyak–banyaknya atau banyak berfungsi dalam
rangka pembelajaran.
Keaktifan siswa dalam kegiatan
belajar tidak lain adalah untuk mengkonstruksi pengetahuan mereka sendiri.
Aktif dalam membangun pemahaman atas persoalan atau segala sesuatu yang mereka
hadapi dalam proses pembelajaran. Rousse dalam Sardiman A.M. (2011: 96)
menjelaskan memberikan penjelasan bahwa pengetahuan itu harus diperoleh dengan
pengamatan sendiri, pengalaman sendiri, penyelidikan sendiri, dengan bekerja
sendiri, baik secara rohani maupun teknis. Cara meningkatkan keterlibatan atau
keaktifan siswa dalam belajar adalah mengenali dan membantu anak-anak yang
kurang terlibat dan menyelidiki penyebabnya dan usaha apa yang bisa dilakukan
untuk meningkatkan keaktifan siswa, sesuaikan pengajaran dengan
kebutuhankebutuhan individual siswa. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan
usaha dan keinginan siswa untuk berfikir secara aktif dalam kegiatan belajar.
Berdasarkan penjelasan tersebut maka
dapat disimpulkan keaktifan dipengaruhi oleh berbagai macam faktor seperti
menarik atau memberikan motivasi kepada siswa dan keaktifan juga dapat
ditingkatkan, salah satu cara meningkatkan keaktifan yaitu dengan mengenali
keadaan siswa yang kurang terlibat dalam proses pembelajaran.
b.
Klasifikasi Keaktifan
Jenis aktivitas yang dapat dilakukan
oleh siswa di sekolah. Aktivitas siswa tidak hanya mendengarkan dan mencatat
seperti yang lazim terdapat di sekolah– sekolah tradisonal. Jenis-jenis
aktivitas siswa dalam belajar adalah sebagai berikut (Sardiman A.M., 2011:
100-101).
1) Visual activities, yang termasuk
didalamnya misalnya membaca, memperhatikan gambar demonstrasi, percobaan,
pekerjaan orang lain.
2) Oral activities, seperti:
menyatakan, merumuskan, bertanya, memberi saran, mengeluarkan pendapat,
mengadakan wawancara, diskusi.
3) Listening activities, sebagai
contoh mendengarkan: percakapan, diskusi , musik, pidato.
4) Writing activities, seperti
menulis cerita, karangan, laporan, angket, menyalin.
5) Drawing activities, misalnya
menggambar, membuat grafik, peta, diagram.
6) Motor activities, yang termasuk
didalamnya antara lain: melakukan percobaan, membuat konstruksi, bermain.
7) Mental activities, sebagai contoh
misalnya: menanggapi, mengingat, memecahkan soal, menganalisa, mengambil
keputusan.
8) Emotional activities, seperti:
menaruh minat, merasa bosan, gembir, bersemangat, bergairah, tenang.
Penilaian dalam proses pembelajaran
berfungsi sebagai alat untuk mengukur tercapainya tujuan pembelajaran. Melalui
penilaian dapat ditetapkan apakah proses tersebut berhasil atau tidak. Prosedur
penilaian artinya menetapkan bagamana cara penilain dapat dilakukan, apakah
secara lesan atau tertulis (Nana Sudjana, 2009: 65). Keaktifan siswa dapat
dilihat dari hal:
1) Turut serta dalam melaksanakan
tugas belajarnya.
2) Terlibat dalam pemecahan masalah.
3) Bertanya kepada siswa lain atau
guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya.
4) Berusaha mencari berbagai
informasi yang diperlukan untuk pemecahan masalah.
5) Melaksanakan diskusi kelompok
sesuai dengan petunjuk guru.
6) Menilai kemampuan dirinya dan
hasil–hasil yang diperolehnya.
7) Melatih diri dalam memecahkan
soal atau masalah yang sejenis.
8) Kesempatan menggunakan atau
menerapkan apa yang diperoleh dalam menyelesaikan tugas atau persoalan yang
dihadapinya.
Berdasarkan uraian tersebut dapat
disimpulkan bahwa keaktifan belajar siswa dapat dilihat dari berbagai hal
seperti memperhatikan (visual activities) mendengarkan, berdiskusi, kesiapan
siswa, bertanya, keberanian siswa mendengarkan, memecahkan soal (mental
activities).
c.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keaktifan
Keaktifan peserta didik dalam proses
pembelajaran dapat merangsang dan mengembangkan bakat yang dimilikinya, peserta
didik juga dapat berlatih untuk berfikir kritis, dan dapat memecahkan
permasalahan-permasalahan dalam kegiatan belajar sehari-hari. Keaktifan
dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktorfaktor yang mempengaruhi keaktifan
belajar siswa adalah:
1) Memberikan motivasi atau menarik
perhatian peserta didik, sehingga mereka berperan aktif dalam kegiatan
pembelajaran.
2) Menjelaskan tujuan instruksional
(kemampuan dasar kepada peserta didik).
3) Meningatkan kompetensi belajar
kepada peserta didik.
4) Memberikan stimulus (masalah,
topik, dan konsep yang akan dipelajari).
5) Memberikan petunjuk kepada
peserta didik cara mempelajari.
6) Memunculkan aktifitas,
partisipasi. peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.
7) Memberikan umpan balik
(feedback).
8) Melakukan tagihan-tagihan kepada
peserta didik berupa tes sehingga kemampuan peserta didik selalu terpantau dan
terukur.
9) Menyimpulkan setiap materi yang
disampaikan diakhir pembelajaran.
Keaktifan dapat ditingkatkan dan
diperbaiki dalam keterlibatan siswa pada saat belajar. Hal tersebut seperti
dijelaskan oleh Moh. Uzer Usman (2009: 26-27) cara untuk memperbaiki
keterlibatan siswa diantaranya yaitu abadikan waktu yang lebih banyak untuk
kegiatan belajar mengajar, tingkatkan partisipasi siswa secara efektif dalam
kegiatan belajar mengajar, serta berikanlah pengajaran yang jelas dan tepat
sesuai dengan tujuan mengajar yang akan dicapai. Selain memperbaiki keterliban
siswa juga dijelaskan cara meningkatkan keterlibatan siswa atau keaktifan siswa
dalam belajar. Meningkatkan keterlibatan atau keaktifan siswa dalam belajar
adalah mengenali dan membantu anak-anak yang kurang terlibat dan menyelidiki
penyebabnya dan usaha apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan keaktifan
siswa, sesuaikan pengajaran dengan kebutuhankebutuhan individual siswa. Hal ini
sangat penting untuk meningkatkan usaha dan keinginan siswa untuk berfikir
secara aktif dalam kegiatan belajar.
Berdasarkan penjelasan tersebut maka
dapat disimpulkan keaktifan belajar siswa dipengaruhi oleh berbagai macam
faktor seperti, 1) mencatat, 2) kerjasama dalam kelompok, 3) mengemukakan
pendapat, 4) menjawab pertanyaan, 5) partisipasi dalam pembuatan laporan. Salah
satu cara meningkatkan keaktifan yaitu dengan mengenali keadaan siswa yang
kurang terlibat dalam proses pembelajaran, agar proses belajar mengajar dapat maksimal.
![]() |
| www.helpersetia.com |




Post a Comment
Jika Anda Ingin Memberi Masukan/Saran, Pertanyaan, Atau Diskusi Mengenai Postingan Ini, Anda Dapat Mengisikannya Pada Kotak Komentar Berikut Ini.