Hasil
Belajar
Menurut Suprijono (2013:5) Hasil
belajar adalah perubahan prilaku secara keseluruhan bukan hanya salah satu
aspek potensi kemanusiaan saja. Artinya, hasil pembelajaran yang dikategorisasi
oleh para pakar pendidikan sebagaimana tersebut diatas tidak terlihat secara
fragmentaris atau terpisah, melainkan komprehensif.
Hasil belajar adalah
kemampuan-kemampuan yang dimiliki peserta didik setelah ia menerima pengalaman
belajarnya atau perubahan perilaku yang diperoleh pembelajaran setelah
mengalami aktivitas belajar. Hasil belajar yang dicapai bermakna bagi dirinya,
seperti akan tahan lama diingat,membentuk perilaku, bermanfaat untuk
mempelajari aspek lain, kemauan dan kemampuan untuk belajar sendiri dan
mengembangkan kreativitasnya. Hasil belajar yang diperoleh peserta didik secara
menyeluruh (komprehensif), yakni mencakup ranah kognitif, pengetahuan atau
wawasan, ranah afektif (sikap) dan ranah psikomotorik, keterampilan atau
perilaku.
Sardiman A.M. (2011: 20) menjelaskan
bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku atau penampilan, serta rangkaian
kegiatan, misalnya dengan membaca, mengamati, mendengarkan, meniru dan lain
sebagainya. Syaiful Bahri Djamarah (2002: 11) menyatakan bahwa belajar adalah
suatu proses perubahan perilaku berkaitan pengalaman dan latihan. Artinya,
tujuan pendidikan adalah perubahan tingkah laku, baik yang menyangkut
pengetahuan, keterampilan maupun sikap, bahkan meliputi segenap aspek organisme
atau pribadi. Depdiknas (2003: 3) dalam bukunya yang berjudul “Pedoman Pembelajaran
Tuntas (Mastery Learning)” menjelaskan belajar pada hakikatnya adalah suatu
aktivitas yang mengharapkan perubahan tingkah laku (behavioral change) pada
individu yang belajar, perubahan tingkah laku tersebut terjadi karena usaha
individu yang bersangkutan.
Menurut Nana Sudjana dalam Kunandar
(2008: 276) hasil belajar adalah suatu akibat dari proses belajar dengan
menggunakan alat pengukuran, yaitu berupa tes yang disusun secara terencana,
baik tes tertulis, tes lisan maupun tes perbuatan.
Menurut Hakim dalam Silalahi (2010:
170-172) ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar yaitu
faktor internal dan eksternal.
1)
Faktor Internal
Faktor internal meliputi dua hal,
yaitu faktor jasmani dan faktor psikis.Faktor jasmani merupakan kesehatan dan
kesiapan fisik seseorang untuk belajar. Seseorang yang belajar saat ia sedang
sakit tentu hasilnya akan berbeda saat ia belajar dalam keadaan sehat. Faktor
psikis meliputi inteligensi, konsentrasi, kepribadian, dan gaya belajar.
2)
Faktor Eksternal
Faktor eksternal meliputi beberapa
hal, yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, dan waktu.Lingkungan
keluarga yang memiliki sikap positif terhadap sekolah, dukungan orang tua, pola
pengasuhan orang tua juga mempengaruhi keberhasilan anak dalam belajar.
Lingkungan sekolah sebagai lembaga pendidikan formal memegang peranan penting
dalam hasil belajar siswanya. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan dalam
melihat faktor sekolah, antara lain lokasi sekolah, kualitas lulusan, fasilitas
yang disediakan di sekolah, guru, serta tata tertib sekolah. Lingkungan
masyarakat seperti tetangga, teman sebaya, media, budaya, dan sebagainya secara
tidak langsung mempengaruhi norma, kebiasaan, adat, pandangan, dan perilaku
anak yang akhirnya juga mempengaruhi kebiasaan belajar yang ia miliki. Waktu
ini biasanya menjadi alasan utama seseorang anak gagal dalam studinya.
Bagaimana anak mengatur jadwal kegiatannya sehari-hari merupakan salah satu hal
penting dalam menentukan keberhasilan belajarnya.
Lembaga pendidikan formal
menggunakan suatu acuan penilaian tertentu untuk mengukur hasil belajar. Oemar
Hamalik (2005: 25) menjelaskan hasil belajar adalah sesuatu yang diperoleh dari
proses belajar. Hasil belajar tersebut diwujudkan dengan nilai atau angka
tertentu yang mencerminkan suatu hasil, akibatnya adalah adanya perubahan
kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Nana Sudjana (2009: 22) menjelaskan
hasil belajar adalah kemampuankemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima
pengalaman belajar. Hasil belajar merupakan perilaku berupa pengetahuan,
keterampilan, sikap, informasi, strategi kognitif yang baru dan diperoleh siswa
setelah berinteraksi dengan lingkungan dalam suatu suasana atau kondisi
pembelajaran.
Berdasarkan pengertian di atas dapat
disimpulkan bahwa hasil belajar adalah ukuran tingkat keberhasilan yang dapat
dicapai oleh seorang siswa berdasar pengalaman yang diperoleh setelah dilakukan
evaluasi berupa tes dan biasanya diwujudkan dengan nilai tertentu serta
menyebabkan terjadinya perubahan kognitif, afektif, maupun psikomotorik.
Jadi berdasarkan pemaparan
masing-masing di atas maka dapat disimpulkan bahwa ingatan adalah kekuatan jiwa
untuk menerima, menyimpan, dan memproduksikan kembali kesan-kesan yang telah
diperoleh sedangkan berpikir kitis adalah upaya pendalaman kesadaran serta
kecerdasan membandingkan dari beberapa masalah yang sedang dan akan terjadi
sehingga menghasilkan sebuah kesimpulan dan gagasan yang dapat memecahkan
masalah tersebut sedangkan hasil belajar adalah suatu kemampuan atau
keterampilan yang dimiliki oloeh peserta didik setelah peserta didik tersebut
mengalami aktivitas belajar
Daftar
Pustaka




Post a Comment
Jika Anda Ingin Memberi Masukan/Saran, Pertanyaan, Atau Diskusi Mengenai Postingan Ini, Anda Dapat Mengisikannya Pada Kotak Komentar Berikut Ini.