Pengertian
Belajar
Oemar Hamalik (2008: 20)
mengemukakan bahwa belajar adalah suatu proses, dan bukan hasil yang hendak
dicapai semata. Proses itu sendiri berlangsung melalui serangkaian pengalaman,
sehingga terjadi modifikasi pada tingkah laku yang telah dimiliki sebelumnya.
Jadi berdasarkan proses (sebagai alat atau means) akan tetapi tujuan (ends),
sesuatu yang dikehendaki dalam pendidikan.
James O. Whittaker dalam Abu Ahmadi
(2004: 126) menjelaskan belajar adalah sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan
atau diubah melalui latihan atau pengalaman. Definisi yang tidak jauh berbeda dengan
definisi tersebut dikemukakan oleh Cronbach dalam bukunya yang berjudul
education psychology sebagai berikut: learning
is shown by change in behaviour as a result of experience. Dengan demikian
belajar yang efektif adalah melalui pengalaman.
Menurut Slameto (2010:2) Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu
perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil
pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Sedangkan menurut
suyono dan hariyanto (2012:9) Belajar adalah suatu aktivitas atau suatu proses untuk
memperoleh pengetahuan, peningkatan keterampilan, memperbaiki prilaku, sikap,
dan mengkokohkan kepribadian. Selain itu Gagne dalam Suprijono (2013:2)
menyatakan bahwa belajar adalah perubahan disposisi atau kemampuan yang dicapai
seseorang melalui aktivitas.
Dalam proses belajar, seseorng
berinteraksi langsung dengan objek belajar dengan menggunakan semua alat
inderanya. Witherington dalam Nana Syaodih Sukmadinata (2004: 155-156) menjelaskan
bahwa belajar adalah perubahan dalam kepribadian, yang dimanifestasikan sebagai
pola-pola respon yang baru dan terbentuk keterampilan, sikap, kebiasaan,
pengetahuan dan kecakapan. Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang
untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan,
sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya
(Slameto, 2003:2).
Berdasarkan definisi di atas, dapat dikatakan
bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku atau penampilan, dengan
serangkaian kegiatan misalnya dengan membaca, mengamati, meniru dan lain
sebagainya. Belajar itu juga akan lebih baik, kalau si subjek belajar itu
mengalami atau melakukannya, jadi tidak bersifat verbalistik. Belajar merupakan
kegiatan penting yang harus dilakukan setiap orang secara maksimal untuk dapat
menguasai atau memperoleh sesuatu. Belajar adalah kegiatan yang dilakukan oleh
seseorang dalam rangka merubah tingkah laku kearah yang lebih baik sesuai
dengan apa yang diharapkan dan dicita-citakan.
Unsur-unsur
dalam belajar
Menurut Gagne dalam Catharina Tri
Ani (2006:4) unsur-unsur yang saling berkaitan sehingga menghasilkan perubahan perilaku
yakni:
a.
Pembelajar
Pembelajar dapat berupa peserta didik,
pembelajar, warga belajar, dan peserta pelatihan. Pembelajar memiliki organ
pengindraan yang digunakan untuk menangkap rangsangan otak yang digunakan untuk
menstransformasikan hasil penginderaannya ke dalam memori yang kompleks dan
syaraf atau otot yang digunakan untuk menampilkan kinerja yang menunjukkan apa
yang telah dipelajari.
b.
Rangsangan / Stimulus
Peristiwa yang merangsang penginderaan
pembelajar disebut situasi stimulus. Contoh dari stimulus tersebut adalah
suara, sinar, warna, panas, dingin, tanaman, gedung, dan orang. Agar pembelajar
mampu belajar optimal maka harus memfokuskan pada stimulus tertentu yang diminati.
c.
Memori
Memori pembelajar berisi berbagai kemampuan
yang berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dihasilkan dari aktivitas
belajar sebelumnya.
d.
Respon
Respon merupakan tindakan yang dihasilkan dari
aktualisasi memori. Pembelajar yang sedang mengamati stimulus, maka memori yang
ada didalam dirinya kemudian memberikan respon terhadap stimulus tersebut.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi belajar
Menurut Wasty Soemanto (2003:113)
dalam belajar, banyak sekali faktor yang mempengaruhi belajar namun dari sekian
banyaknya faktor yang mempengaruhi belajar, hanya dapat digolongkan menjadi
tiga macam yaitu:
a.
Faktor-faktor stimuli belajar
Stimuli belajar adalah segala hal di luar
individu yang merangsang individu itu untuk mengadakan reaksi atau pembuatan
belajar, misalnya panjangnya bahan pelajaran, kesulitan bahan pelajaran, berartinya
bahan pelajaran, berat ringannya tugas, suasana lingkungan eksternal.
b.
Faktor-faktor metode belajar
Metode mengajar yang dipakai oleh guru sangat
mempengaruhi metode belajar yang dipakai oleh si pelajar maka metode yang
dipakai oleh guru menimbulkan perbedaan yang berarti bagi proses belajar, misalnya
tentang kegiatan berlatih atau praktek, menghafal atau menginggat, pengenalan
tentang hasil-hasil belajar, bimbingan dalam belajar.
c.
Faktor-faktor individual
Faktor-faktor individual juga sangat besar
penggaruhnya terhadap belajar seseorang, misalnya tentang kematangan individu,
usia, perbedaan jenis kelamin, pengalaman sebelumnya, motivasi, kondisi kesehatan.
Prinsip-
prinsip belajar
Thomas Rohwer dan Slavin dalam
Catharina Tri Ani (2006:65) menyajikan beberapa prinsip belajar yang efektif
sebagai berikut:
a.
Spesifikasi (specification)
Dalam strategi belajar hendaknya sesuai dengan
tujuan belajar dan karakteristik siswa yang menggunakannya. Misalnya belajar
sambil menulis ringkasan akan lebih efektif bagi seseorang, namun tidak efektif
bagi orang lain.
b.
Pembuatan (Generativity)
Dalam strategi belajar yang efektif,
memungkinkan seseorang mengerjakan kembali materi yang telah dipelajari dan
membuat sesuatu menjadi baru, misalnya membuat diagram yang menghubungkan antar
gagasan, menyusun tulisan kedalam bentuk garis besar.
c.
Pemantauan yang efektif (effective monitoring)
Pemantauan yang efektif yaitu berarti bahwa
siswa mengetahui kapan dan bagaimana cara menerapkan strategi belajarnya dan
bagaimana cara menyatakannya bahwa strategi yang digunakan itu bermanfaat.
d.
Kemujarapan personal (Personal Efficacy)
Siswa harus memiliki kejelasan bahwa belajar
akan berhasil apabila dilakukan dengan sungguh-sungguh. Dalam hal ini guru
dapat membantu siswa dengan cara menyalenggarakan ujian berdasarkan pada materi
yang telah dipelajari.
Daftar
Pustaka




Post a Comment
Jika Anda Ingin Memberi Masukan/Saran, Pertanyaan, Atau Diskusi Mengenai Postingan Ini, Anda Dapat Mengisikannya Pada Kotak Komentar Berikut Ini.