Resensi Buku Bahasa Indonesia Untuk Perguruan
Tinggi
Judul
Buku : Bahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi
Penulis
: Ahmad Bahtiar, M.Hum., Fatimah, M.Pd.
Editor
: Dr. Nuryani
Penerbit
: IN MEDIA
Kota
Terbit : Bogor
Tahun
Terbit : 2014
Deskripsi
Fisik : 130 hal.; 17 x 24 cm.
ISBN
: 978-602-0946-26-9
BAB I
Sejarah dan Kedudukan Bahasa Indonesia
Buku bahasa Indonesia yang ditulis oleh
Ahmad Bahtiar, M. Hum. dan Fatimah, M. Pd. Pada bab 1 ini terdapat dua sub bab
yang terdiri dari “Sejarah” dan “Kedudukan Bahasa Indonesia”. Pada materi sub
bab “Sejarah” dijelaskan mengenai tentang awal mula sejarah mengapa bahasa
Indonesia bisa menjadi bahasa resmi bangsa Indonesia, terdapat pula alasan
mengapa bahasa Melayu menjadi bahasa persatauan, yaitu bahasa Indonesia, yang
kemudian di bab ini juga dijelaskan mengenai beberapa peristiwa penting yang mengandung
arti dalam sejarah perkembangan bahasa Indonesia. Dimulai dari peristiwa pemerintahan Hindia
Belanda pada tahun 1901, hingga
diresmikannya penggunaan Ejaan pada 16 Agustus 1972 oleh Presiden Republik
Indonesia Soeharto.
Di sub bab “Kedudukan Bahasa Indonesia”
dijelaskan bahwa Bahasa Indonesia memiliki kedudukan yang penting bagi bangsa
Indonesia yang tercemin pada ikrar Sumpah Pemuda, 20 Oktober 1928, dan UUD 1945
Bab XV Pasal 36. Sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia memiliki fungsi sebagai
:
1. Lambang kebanggaan nasional
2. Lambang
identitas nasional
3.
Alat perhubungan antarbudaya & latar budayanya
4.
Alat pemersatu masyrakat yg berbeda latar budaya
Selain
bahasa nasional, bahasa Indonesia memiliki kedudukan sebagai bahasa negara,
berfungsi sebagai : bahasa resmi kenegaraan, bahasa pengantar resmi di
lembaga-lembaga pendidikan, sebagai bahasa resmi di dalam perhubungan pada
tingkat nasional utk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintahan,
dan sebagai bahasa yang resmi di dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan
ilmu pengetahuan serta teknologi modern.
Materi
yang disampaikan pada bab ini sudah sangat jelas, dan lengkap sehingga pembaca
dapat lebih mudah memahaminya. Namun pada sub bab sejarah, materi tentang
“peristiwa penting perkembangan bahasa Indonesia” dijelaskan secara acak
sehingga tidak sesuai urutan kapan peristiwa itu terjadi.
BAB
II Ejaan
Di bab dua ini terdapat tiga sub bab,
yang terdiri dari pengertian dan sejarah ejaan, ruang lingkup EYD, dan cakupan
EYD yang terdiri dari : pemakaian huruf, penulisan huruf, penulisan kata, pemakaian
tanda baca/pungtuasi, dan penulisan unsur serapan. Di buku ini dijelaskan bahwa
kata “ejaan” berasal dari kosa kata bahasa Arab “hijs”. Yang menjadi eja yang
mendapat akhiran-an, dan menjadi ejaan sampai disempurnakan menjadi EYD atau
ejaan yang disempurnakan pada tahun 1947. Ejaan yang disempurnakan ini (EYD)
merupakan ejaan yang disempurnakan dari ejaan Republik atau ejaan Soewandi.
Di bab ini juga dijelaskan mengenai
ruang lingkup EYD mulai dari pemakaian huruf, penulisan huruf, penulisan kata,
penulisan unsur serapan , hingga pemakaian tanda baca. Dalam materi yang
disampaikan pada bab ini sudah lengkap dan juga sangat jelas, sehingga
mahasiswa dapat memahami mengenai ruang lingkup EYD khususnya mengenai
penggunaan tanda baca. Akan tetapi ada beberapa materi yang kurang dalam
penyampainnya, seperti :
1. Bagaimana penggunaan tanda baca yang
sesuai
2. Perbedaan antara tanda petik tunggal
(‘...’) dengan tanda petik ganda (“...”)
Walaupun
masih ada beberapa yang kurang, penyampaian materi yang diberikan masih
terbilang lengkap dan sangat jelas sehingga mudah untuk dipahami.
BAB III
Kalimat
Materi yang disampaikan pada bab tiga
ini terdiri dari “pengertian kalimat”, “unsur unsur yang ada di dalam kalimat”
seperti paragraf, subyek, obyek, pelengkap, dan juga keterangan. Pada bab ini
juga dijelaskan mengenai pola kalimat dasar dan pengertian kalimat efektif, dan
ciri-ciri kalimat efektif.
Ada beberapa kutipan yang menjelaskan
tentang pengertian kalimat diantaranya yaitu menjelaskan bahwa kalimat ialah
satuan bagian ujaran yang didahului dan diikuti oleh kesenyapan sedangkan
intonasinya menunjukkan bahwa bagian ujaran itu sudah lengkap. [1] unsur sebuah
kalimat tyang terdiri subjek, predikat, objek, dan keterangan ini dapat menjadi
sebuah acuan atau patron dalam membuat sebuah kalimat. Disini juga dijelaskan
mengenai kalimat efektif dan ciri-cirinya yang terdiri dari : kesepadanan,
keparelan, ketegasan, kehematan, kecermatan, kepaduan, dan juga kelogisan.
Materi yang disampaikan sangatlah jelas dan lengkap mengenai Kalimat,
unsur-unsur mengenai kalimat, dan juga kalimat efektif , disini juga dikasih
beberapa contoh mengenai materi yang dijelaskan sehingga memudahkan mahasiswa
dapat memahami materi yang dipaparkan di buku tersebut.
BAB IV
Paragraf
Di bab IV ini terdapat tujuh sub bab
yang terdiri dari “Pengertian paragraf”, “Unsur-unsur paragraf”, “Struktur
paragraf”, “Teknik pemaparan paragraf”, “Jenis Paragraf”, “Cara pengembangan
paragraf”, dan “Koherensi dan kohesi paragraf”.
Ada beberapa pendapat mengenai
pengertian dari paragraf diantaranya yaitu menjelaskan bahwa paragraf merupakan
bagian karangan atau tulisan yang membentuk satu kesatuan pikiran atau ide
ataupun gagasan, yang dimana dalam setiap paragraf dikendalikan oleh satu ide
pokok. Kemudian pada materi juga menjelaskan empat unsur dalam paragraf yang
terdiri dari, (1) kalimat utama, (2) kalimat penjelas, (3) kalimat penegas, (4)
kalimat transisi.
Struktur Paragraf terdiri dari 3
paragraf, yaitu :
1. Paragraf deduktif : yaitu paragraf yang
diawali kalimat topik kemudian diakhiri oleh
kalimat penjelas.
2. Paragraf induktif :
merupakan paragraf yang diawali kalimat penjelas dan diakhiri oleh
kalimat topik
3. Paragraf abduktif : adalah paragraf yang kalimat topiknya
berada diawal dan diakhir kalimat dengan fungsi diakhiri paragraf sebagai
pengulang.
Materi
yang dijelaskan pada bab ini sudah cukup lengkap dan dapat dipahami dikarenakan
menggunakan bahasa yang mudah dimengerti. Sayangnya pada bagian teknik
pemaparan paragraf tidak disertai dengan contoh yang dapat membuat pembaca lebih memahami materi
yang dibuat.
[1]
Gorys Keraf, Tata Bahasa Indonesia, (Ende Flores; Nusa Indah, 1982), hal. 140.
BAB V
Perencanaan Karangan
Pada bab ini terdiri dari sepuluh sub
bab tentang “Pengertian perencanaan karangan”, “Struktur karangan”, “Manfaat
perencanaan karangan”, “Penyusunan kerangka karangan”, “Tema, topik, dan judul
karangan”, “Pola susunan karangan”, “Macam-macam kerangka karangan”, “Kerangka
karangan formal”, “Berdasarkan perumusan teksnya”, dan “ Syarat kerangka yang
baik”
Pengertian perencanaan karangan sendiri
yaitu semua tahapan persiapan penulis. Dalam merancang sebuah karangan terdapat
tiga tahapan yaitu : pra-penulisan, penulisan, dan pasca-penulisan (revisi).
Selain tahapan dalam membuat sebuah karangan, ada pula menjelaskan dari manfaat
perencanaan karangan, penyusunan, struktur, kerangka karangan formal dan
lainnya. Kemudian pada bab ini juga
dijelaskan langkah – langkah dalam penyusunan karangan yang terdiri dari 4 hal
yaitu : perumusan tema, investarisasi topik, evaluasi, pengulangan. Dan
diakhiri oleh penentuan syarat kerangka yang baik.
Pada
buku ini dijelaskan suatu kerangka dalam membuat karangan formal, sehinnga
dapat membantu pembaca dalam membuat karangan yang bersifat formal.
BAB VI
Diksi
Buku bahasa Indonesia yang ditulis oleh
Ahmad Bahtiar, M. Hum. dan Fatimah, M. Pd. Pada bab 6 ini terdiri dari beberapa
sub bab yaitu “pengertian diksi”, “macam-macam hubungan makna”, dan “makna
kata”. Diksi ialah pilihan kata, yang maksudnya yaitu memilih kata yang tepat
untuk menyatakan sesuatu.
Di dalam diksi sendiri memiliki beberapa
fungsi yaitu diantaranya untuk mencapai target komunikasi yang efektif,
membentuk gaya ekspresi gagasan yang tepat (secara resmi, resmi, dan tidak
resmi) sehingga menyenangkan pendengar ataupun pembaca, diksi juga dapat
melambangkan gagasan yang diekspresikan secara verbal. Selain menjelaskan
tentang pengertian dan juga fungsi dari diksi, terdapat pula macam-macam hubungan makna, dan makna kata.
Materi
yang dijelaskan sudah cukup lengkap dan dapat dipahami oleh para pembaca
khusunya bagi para mahasiswa, akan tetapi di dalam materi majas atau gaya
bahasa hanya dijelaskan beberapa majas dan tidak dijelaskan majas itu termasuk
kedalam majas jenis apa.
BAB VII Notasi Ilmiah
Pada materi bab tujuh ini terdapat
beberapa sub bab yang menjelaskan tentang “Kutipan”, “Catatan kaki”, dan juga
“Bibliografi”. Di dalam suatu karya ilmiah diperlukan sebuah notasi
ilmiah,dianataranya berupa kutipan, agar karya ilmiah tersebut terlihat lebih
ilmiah (terpecaya). Kutipan adalah
pinjaman kalimat atau pendapat dari seorang pengarang, atau ucapan seseorang
yang terkenal, baik yang terdapat dalam buku-buku ataupun di majalah. Ada
beberapa cara untuk mengutip yaitu, pertama kutipan langsung yang tidak lebih
dari empat bari, kedua yaitu kutipan langsung yang lebih dari empat baris, dan
ketiga kutipan yang tidak langsung. Di buku ini dijelaskan bagaimana cara
mengutip dari sebuah sumber.
Kemudian di sub bab kedua menjelaskan
tentang pengertian catatan kaki, tujuan catatan kaki, prinsip membuat catatan
kaki, hingga jenis-jenis catatan kaki. Catatan kaki adalah keterangan-keterangan
atau teks karangan yang ditempatkan pada kaki halaman karangan yang
bersangkutan. Biasanya dalam menulis sebuah karya ilmiah ataupun makalah,
catatan kaki digunakan untuk memberikan kredit dari sumber tersebut. Kemudian
selanjutnya diakhiri oleh bibliografi yaitu sebuah daftar yang berisi judul
buku- buku, artikel-artikel yang mempunyai hubungan dengan sebuah karangan.
Kelebihan
: 1. Materi yang dijelaskan sudah cukup lengkap sehingga pembaca yang
membacanya dapat memahaminya. 2. Menggunakan bahasa yang jelas dan padat
sehingga dalam penyampainnya tidak terlalu ribet yg membuat pembaca menjadi
bingung.
Kelemahan
: Pada bagian catatan kaki hanya dijelaskan bagaiman cara membuatnya, tapi
tidak dibuatkan sebuah contoh dari materi tersebut.
BAB VIII
Konvensi Naskah
Pada bab 8 ini terdapat lima sub bab
yaitu tentang “Pengetikan”, “Pengorganisasian karangan”, “Pelengkap
pendahuluan”, “Pelengkap penutup”, dan juga “Penyuntingan naskah”. Konvensi
naskah adalah penulisan naskah karangan ilmiah berdasarkan kebiasaan, aturan
yang lazim, dan sudah disepakati. Aturan tersebut kemudian disesuaikan dengan
karakteristik masing-masing perguruan tinggi tersebut, sehingga setiap kampus
memiliki panduan untuk penulisan karya tulis bagi setiap mahasiswanya. Adapun format
yg digunakan mulai dari penggunaan kertas, batas margin, spasi, bentuk, dan
ukuran huruf.
Kemudian pada sub bab kedua hingga
kelima menjelaskan tentang pengorganisasian karangan, pemilihan judul yang baik
untuk karya tulis ilmiah yang ditulis, yang kemudian diberikan pelengkap
seperti pendahuluan hingga daftar pustaka, dan selanjutnya melakukan
penyuntingan naskah untuk menghasilkan suatu tulisan yang sempurna.
BAB IX
Plagiasi
Buku bahasa Indonesia yang ditulis oleh
Ahmad Bahtiar, M. Hum. dan Fatimah, M. Pd. Pada bab ix ini terdiri dari
beberapa sub bab seperti “pengertian plagiasi”, “bentuk-bentuk plagiasi”,
“jenis-jenis plagiasi”, “sanksi terhadap plagiasi”, dan juga tentang “cara
menghindari plagiasi”. Plagiarisme adalah mencuri gagasan, kata-kata, kalimat,
atau hasil penelitian orang lain, dan menyajikannya seolah-seolah sebagai karya
sendiri.
Plagiasi memiliki beberapa jenis seperti
:
1. Plagiarisme
penuh atau plagiarisme lengkap : yang
dimana seorang penulis menyalis sebuah konten dari sumber lain secara penuh.
2. Plagiarisme
Parsial : plagiarisme ini terjadi apabila ada seseorang menggabungkan data dari
dua atau tiga sumber yang berbeda dalam karyanya.
3. Mimimalis
Plagiarisme : plagiarisme minimalistik dilakukan ketika seseorang memparafrase
konten yg sama tetapi dalam aliran yang berbeda.
4.
Plagiarisme Mosaic : plagiarisme ini paling umum dilakukan oleh pelajar. Contoh
dari plagiarisme mosaik terjadi sebagian besar karena kurangnya pengetahuan
atau ketidaktahuan tentang plagiarisme, dan cara menghindarinya.
Pada bab ini juga dijelaskan mengenai
sanksi terhadap seseorang yang melakukan plagiasi, baik dari lulusan PT,
Mahasiswa, hingga Dosen/peneliti/tenaga pendidikan. Di bab ini juag dijelaskan
bagaimana cara menghindari plagiasi. Pada materi yang disampaikan pada bab ini
sudah sangat lengkap dan juga jelas mulai dari pengertian plagiasi, hingga
sampai cara menghindari plagiasi sehingga suatu saat ketika kita hendak menulis
ataupun membuat karya ilmiah terhindar dari plagiasi.
BAB X
Transliterasi Huruf Arab-Latin
Pada bab x ini terdiri dari tiga sub bab
yang terdiri dari “pengertian”, “prinsip pembakuan”, hingga “rumusan pedoman
transliterasi Arab-Latin”. Transliterasi berasal dari bahasa Inggris
transliteration yaitu pergantian huruf demi huruf dari abjad yang satu ke abjad
yang lainnya. Transliterasi ini sendiri memiliki dua manfaat yaitu pertama
untuk membantu umat Islam yang belum memahami huruf Arab. Dan kedua, dalam
bidang keagamaan khususnya studi Islam.
Di materi ini juga dijelaskan secara
lengkap mengenai pedoman dalam transliterasi Arab-Latin mulai dari : konsonan,
vocal (tunggal dan rangkap), Maddah, Ta’marbutah, Syaddah, Kata sandang (di
depan huruf syamsiah dan qamariah), Hamzah, Penulisan kata, Huruf kapital,
hingga Tajwid.
Kelebihan dan Kekurangan Buku :
Kelebihan Buku :
1.
Materi yang disampaikan pada buku ini sangat jelas dan juga mudah untuk
dipahami oleh para pembaca, khususnya untuk mahasiswa.
2.
Materi yang disampaikan menggunakan bahasa yang lugas dan mudah dimengerti.
3.
Mampu memberikan informasi tentang cara menulis karya ilmiah yang baik dan
benar dan kelak akan berguna bagi mahasiswa untuk menghadapi tugas akhir.
4.
Kertas yang digunakan menggunakan kualitas yang bagus, bukan dari kertas yang
berasal dari daur ulang sehingga kualitas yang dihasilkan tidak bagus.
5.
Buku ini dilengkapi dengan catatan kaki yang lengkap dan sesuai dengan
penulisannya dengan aturan pencatatan kaki.
6.
Cover yang digunakan juga sangat bagus, yang dimana pada covernya dominan pada
warna merah dan putih yang mencerminkan negara kita yaitu Indonesia, dan di
covernya tersebut juga terdapat gambar buku-buku dan toga, yang mencerminkan
mahasiswa.
Kekurangan Buku :
1. Kurangnya
contoh-contoh untuk memperdalam penjalasan yang dibahas.
2.
Bukunya terlalu tipis, tetapi materi yang disamapaikan sangat banyak yang
kemudian menyebabkan materi yang disampaikan menjadi singkat dan tanpa
dilengkapi detail-detail dari tiap bab maupun contoh dari tiap-tiap materi
tersebut.




Post a Comment
Jika Anda Ingin Memberi Masukan/Saran, Pertanyaan, Atau Diskusi Mengenai Postingan Ini, Anda Dapat Mengisikannya Pada Kotak Komentar Berikut Ini.