Pembelajaran
Kooperatif Model Group Investigation (GI)
Udin S. Winataputra, dkk (2007: 39)
menjelaskan model GI atau investigasi kelompok telah digunakan dalam berbagai
situasi dan dalam berbagai bidang studi dan berbagai tingkat usia. Pada
dasarnya model ini dirancang untuk membimbing para siswa mendefinisikan
masalah, mengeksplorasi berbagai cakrawala mengenai masalah itu, mengumpulkan
data yang relevan, mengembangkan dan mengetes hipotesis. Udin S. Winataputra,
dkk (2007: 63) mendefinisikan sifat demokrasi dalam kooperatif tipe GI ditandai
oleh keputusan-keputusan yang dikembangkan atau setidaknya diperkuat oleh
pengalaman kelompok dalam konteks masalah yang menjadi titik sentral kegiatan
belajar. Guru dan murid memiliki status yang sama dihadapan masalah yang
dipecahkan dengan peranan yang berbeda.
Jadi tanggung jawab utama guru
adalah memotivasi siswa untuk bekerja secara kooperatif dan memikirkan masalah
sosial yang berlangsung dalam pembelajaran serta membantu siswa mempersiapkan
sarana pendukung. Sarana pendukung yang dipergunakan untuk melaksanakan model
ini adalah segala sesuatu yang menyentuh kebutuhan para pelajar untuk dapat
menggali berbagai informasiyang sesuai dan diperlukan untuk melakukan proses
pemecahan masalah kelompok.
Ibrahim (2000: 23) menyatakan dalam
kooperatif tipe GI guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok dengan anggota
5 atau 6 siswa heterogen dengan mempertimbangkan keakraban dan minat yang sama
dalam topik tertentu. Siswa memilih sendiri topik yang akan dipelajari, dan
kelompok merumuskan penyelidikan dan menyepakati pembagian kerja untuk
menangani konsep-konsep penyelidikan yang telah dirumuskan. Dalam diskusi kelas
ini diutamakan keterlibatan pertukaran pemikiran para siswa. Slavin (2005:
24-32) mengemukakan tahapan-tahapan dalam menerapkan pembelajaran kooperatif GI
adalah sebagai berikut:
1)
Tahap Pengelompokan (Grouping)
Tahap adalah mengidentifikasi topik
yang diinvestigasi serta mebentuk kelompok investigasi, dengan anggota tiap
kelompok 4 sampai 5 orang. Pada tahap ini: 1) siswa mengamati sumber, memilih
topik, dan menentukan kategorikategori topik permasalahan, 2) siswa bergabung
pada kelompok-kelompok belajar berdasarkan topik yang mereka pilih atau menarik
untuk diselidiki, 3) guru membatasi jumlah anggota masing-masing kelompok
antara 4 sampai 5 orang berdasarkan keterampilan dan keheterogenan.
2)
Tahap Perencanaan (Planning)
Tahap Planning atau tahap
perencanaan tugas-tugas pembelajaran. Pada tahap ini siswa bersama-sama
merencanakan tentang: (1) Apa yang mereka pelajari? (2) Bagaimana mereka
belajar? (3) Siapa dan melakukan apa? (4) Untuk tujuan apa mereka menyelidiki
topik tersebut.
3)
Tahap Penyelidikan (Investigation)
Tahap Investigation, yaitu tahap
pelaksanaan proyek investigasi siswa. Pada tahap ini, siswa melakukan kegiatan
sebagai berikut: 1) siswa mengumpulkan informasi, menganalisis data dan membuat
simpulkan terkait dengan permasalahan-permasalahan yang diselidiki, 2)
masing-masing anggota kelompok memberikan masukan pada setiap kegiatan
kelompok, 3) siswa saling bertukar, berdiskusi, mengklarifikasi dan
mempersatukan ide dan pendapat.
Misalnya: 1) siswa menemukan
cara-cara pembuktian, 2) siswa mecoba caracara
yang ditemukan dari hasil
pengumupulan informasi terkait dengan topik bahasan yang diselidiki, dan 3)
siswa berdiskusi, mengklarifikasi tiap cara atau langkah dalam pemecahan
masalah tentang topik bahasan yang diselidiki.
4)
Tahap Pengorganisasian (Organizing)
Tahap pengorganisasian adalah tahap
persiapan laporan akhir. Pada tahap ini kegiatan siswa sebagai berikut: 1)
anggota kelompok menentukan pesan-pesan penting dalam proteknya masing-masing,
2) anggota kelompok merencanakan apa yang akan mereka laporkan dan bagaimana mempresentasikannya,
3) wakil dari masing-masing kelompok membentuk panitia diskusi kelas dalam
presentasi investigasi.
5)
Tahap Presentasi (Presenting)
Tahap presentasi yaitu tahap
penyajian laporan akhir. Kegiatan pembelajaran di kelas pada tahap ini adalah
sebagai berikut: (1) penyajian kelompok pada keseluruhan kelas dalam berbagai
variasi bentuk penyajian, (2) kelompok yang tidak sebagai penyaji terlibat
secara aktif sebagai pendengar, (3) pendengar mengevaluasi, mengklarifikasi dan
mengajukan pertanyaan atau tanggapan terhadap topik yang disajikan. Misalnya:
1) siswa yang bertugas untuk mewakili kelompok menyajikan hasil atau simpulan
dari investigasi yang telah dilaksanakan, 2) siswa yang tidak sebagai penyaji,
mengajukan pertanyaan, saran tentang topik yang disajikan, 3) siswa mencatat
topik yang disajikan oleh penyaji.
6)
Tahap evaluasi (evaluating)
Pada tahap evaluating atau penilaian
proses kerja dan hasil proyek siswa. Pada tahap ini, kegiatan guru atau siswa
dalam pembelajaran sebagai berikut: 1) siswa menggabungkan masukan-masukan
tentang topiknya, pekerjaan yang telah mereka lakukan, dan tentang
pengalaman-pengalaman efektifnya, 2) guru dan siswa mengkolaborasi,
mengevaluasi tentang pembelajaran yang telah dilaksanakan, 3) penilaian hasil
belajar haruslah mengevaluasi tingkat pemahaman siswa. Misalnya: 1) siswa
merangkum dan mencatat setiap topik yang disajikan, 2) siswa menggabungkan tiap
topik yang diinvestigasi dalam kelompoknya dan kelompok yang lain, 3) guru
mengevaluasi dengan memberikan tes uraian pada akhir siklus.
Udin S. Winataputra, dkk (2007: 70)
Group Investigation merupakan salah satu bentuk model pembelajaran kooperatif
yang menekankan pada partisipasi dan aktivitas siswa untuk mencari sendiri
materi (informasi) pelajaran yang akan dipelajari melalui bahan-bahan yang
tersedia, misalnya dari buku pelajaran atau siswa dapat mencari melalui
internet. Siswa dilibatkan sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik
maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Tipe ini menuntut para
siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam
keterampilan proses kelompok. Model Group Investigation dapat melatih siswa
untuk menumbuhkan kemampuan berfikir mandiri. Keterlibatan siswa secara aktif
dapat terlihat mulai dari tahap pertama sampai tahap akhir pembelajaran.
Model Group Investigation terdapat
tiga konsep utama, yaitu: penelitian atau enquiri, pengetahuan atau knowledge,
dan dinamika kelompok atau the dynamic of the learning group, (Udin S.
Winataputra, dkk. 2007: 75). Penelitian di sini adalah proses dinamika siswa
memberikan respon terhadap masalah dan memecahkan masalah tersebut. Pengetahuan
adalah pengalaman belajar yang diperoleh siswa baik secara langsung maupun
tidak langsung. Sedangkan dinamika kelompok menunjukkan suasana yang
menggambarkan sekelompok saling berinteraksi yang melibatkan berbagai ide dan
pendapat serta saling bertukar pengalaman melaui proses saling beragumentasi.
Pembelajaran kooperatif model GI
guru menyediakan sumber dan fasilitator. Guru memutar diantara
kelompok-kelompok memperhatikan siswa mengatur pekerjaan dan membantu siswa
mengatur pekerjaannya dan membantu jika siswa menemukan kesulitan dalam
interaksi kelompok. Para guru yang menggunakan metode GI umumnya membagi kelas
menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 sampai 6 siswa dengan
karakteristik yang heterogen, (Trianto, 2007: 59). Pembagian kelompok dapat
juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu
topik tertentu.
Selanjutnya siswa memilih topik
untuk diselidiki, melakukan penyelidikan yang mendalam atas topik yang telah
dipilih, kemudian menyiapkan dan mempresentasikan laporannya di depan kelas.
![]() |
| www.helpersetia.com |




Post a Comment
Jika Anda Ingin Memberi Masukan/Saran, Pertanyaan, Atau Diskusi Mengenai Postingan Ini, Anda Dapat Mengisikannya Pada Kotak Komentar Berikut Ini.