Motivasi Belajar


Pengertian Motivasi Belajar
Motivasi memegang peranan penting di dalam meningkatkan kualitas hasil belajar. Seseorang itu akan berhasil dalam belajar kalau pada dirinya sendiri ada keinginan untuk belajar, dan hal ini merupakan prinsip dalam kegiatan pendidikan dan pengajaran. Suatu keinginan atau dorongan inilah yang disebut dengan motivasi. Dalam kegiatan belajar mengajar motivasi merupakan keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang akan menimbulkan suatu kegiatan belajar.

Berikut definisi motivasi belajar menurut beberapa ahli:

1) Menurut Dimyati dan Mujiono (2008: 85) menyatakan bahwa motivasi belajar sangat penting bagi siswa dalam usaha untuk mencapai keberhasilan dalam proses belajar karena motivasi belajar bagi siswa untuk: a) Menyadarkan kedudukan pada awal belajar, proses dan akhir belajar. b) Menginformasikan kekuatan pada awal kekuatan usaha belajar. c)Mengarahkan kegiatan belajar.
d) Membesarkan semangat belajar. d) Menyadarkan adanya perjalanan belajar. Berdasarkan uraian tersebut dapat dikatakan bahwa motivasi belajar adalah suatu proses menyadarkan kedudukan siswa dengan cara menginformasikan dan mengarahkan terhadap semangat belajar siswa.

2) Menurut Sardiman (2012: 75) menjelaskan bahwa: Motivasi juga dapat dikatakan serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi- kondisi tertentu, sehingga seseorang itu mau dan ingin melakukan sesuatu dan bila ia tidak suka, maka ia akan berusaha untuk meniadakan atau mengelakkan perasaan tidak suka itu. Dalam kegiatan belajar, maka motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai.

Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar merupakan serangkaian kegiatan atau usaha untuk menyediakan kondisi- kondisi tertentu dimana keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa akan menimbulkan kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar sehingga tujuan belajar yang dikehendaki oleh subjek belajar dapat dicapai.

3) Menurut Mc. Donald dalam Syaiful Bahri Djamarah (2011:148) menyatakan bahwa motivasi belajar adalah suatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif (perasaan) dan reaksi untuk mencapai tujuan.

Berdasarkan uraian tersebut motivasi belajar merupakan suatu keadaan perubahan energi pada diri seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan misal dorongan untuk memperhatikan pelajaran dan reaksi misalnya siswa menjadi antusias dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.Dari berbagai pendapat para ahli diatas tentang pengertian motivasi belajar dapat disimpulkan bahwa motivasi merupakan suatu dorongan yangv timbul oleh adanya rangsangan dari dalam maupun dari luar sehingga seseorang berkeinginan untuk mengadakan perubahan tingkah laku atau aktivitas tertentu lebih baik dari keadaan sebelumnya.

Prinsip-prinsip Motivasi Belajar
Motivasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam aktivitas belajar seseorang. Motivasi merupakan gejala psikologis dalam bentuk dorongan yang timbul pada diri seseorang sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Tidak ada seorangpun yang belajar tanpa adanya motivasi.

1) Motivasi sebagai dasar penggerak yang mendorong aktivitas belajar. Seseorang melakukan aktivitas belajar karena ada yang mendorongnya yaitu motivasi. Bila seseorang sudah termotivasi untuk belajar maka dia akan melakukan aktivitas belajar dengan rentangan waktu tertentu.

2) Motivasi intrinsik lebih utama daripada motivasi ekstrinsik dalam belajar Seluruh kebijakan pembelajaran, guru lebih banyak memutuskan memberikan motivasi ekstrinsik kepada setiap peserta didik. Efeknya adalah anak didik cenderung ketergantungan terhadap segala sesuatu yang ada diluar dirinya. Selain kurang percaya diri anak didik juga bermental pengharapan dan mudah terpengaruh. Oleh karena itu, motivasi instrinsik lebih utama dalam belajar.

3) Motivasi berupa pujian lebih baik berupa hukuman Hukuman dapat memicu semangat belajar anak didik, namun masih lebih baik diberikan penghargaan berupa pujian. Pada hakikatnya seseorang suka dihargai dan tidak suka dihukum dalam bentuk apapun. Memuji berarti memberikan penghargaan terhadap prestasi kerja seseorang. Hal ini akan memberikan semangat kepada seseorang untuk lebih meningkatkan prestasi kerjanya.

4) Motivasi berhubungan erat dengan kebutuhan dalam belajar Kebutuhan yang tak bisa dihindari oleh anak didik adalah keinginan untuk menguasai sejumlah ilmu pengetahuan. Oleh karena itulah anak didik belajar, dan di dalam proses belajar anak didik memerlukan sebuah penghargaan yang mana sebuah perhatian, pujian dapat memancing semangat anak didik untuk gemar belajar.

5) Motivasi dapat memupuk optimisme dalam belajar Anak didik yang telah termotivasi dalam belajarnya maka selalu akan dapat menyelesaikan setiap pekerjaan yang dilakukannya. Dia memiliki keyakinan bahwa belajar bukanlah hal yang sia-sia dan hasilnya pun akan berguna baik kini maupun di hari-hari mendatang.

6) Motivasi melahirkan prestasi dalam belajar Dari berbagai hasil penelitian selalu menyimpulkan bahwa motivasi mempengaruhi prestasi belajar. Tinggi rendahnya motivasi selalu dijadikan indikator baik buruknya prestasi seseorang dalam belajar.

Bentuk-bentuk Motivasi
Kegiatan belajar mengajar peranan motivasi baik instrinsik maupun ekstrinsik sangat diperlukan dengan motivasi siswa dapat mengembangkan aktivitas dan inisiatif dapat mengarahkan dan memelihara ketekunan dalam melakukan kegiatan belajar.

Menurut Sardiman (2012: 91) ada beberapa bentuk dan cara untuk menumbuhkan motivasi dalam kegiatan belajar di sekolah yaitu:
1) Memberi angka
2) Hadiah
3) Saingan/kompetisi
4) Ego Involvement
5) Memberi ulangan
6) Mengetahui hasil
7) Pujian
8) Hukuman
9) Hasrat untuk belajar
10) Minat
11) Tujuan yang diakui

Penjelasannya sebagai berikut:

1) Memberi angka
Angka dalam hal ini sebagai simbol dari nilai kegiatan belajarnya. Banyak siswa belajar yang utama justru untuk mencapai angka atau nilai yang baik sehingga siswa biasanya yang dikerjar adalah nilai ulangan atau nilai-nilai pada raport angkanya baik-baik.

2) Hadiah
Hadiah dapat juga dikatakan sebagai motivasi, tetapi tidak selalu demikian karena hadiah untuk suatu pekerjaan mungkin tidak akan menarik bagi seseorang yang tidak senang dan tidak berbakat untuk suatu pekerjaan tersebut.

3) Saingan atau kompetisi
Saingan atau kompetisi dapat digunakan sebagai alat motivasi untuk mendorong belajar siswa. Persaingan baik itu persaingan individual maupun persaingan kelompok dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

4) Ego Involvement
Menumbuhkan kesadaran kepada siswa agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai tantangan sehingga bekerja keras dengan mempertaruhkan harga diri adalah sebagai salah satu bentuk motivasi yang cukup penting.

5) Memberi ulangan
Para siswa akan menjadi giat belajar kalau mengetahui akan ada ulangan. Oleh karena itu, memberi ulangan ini juga merupakan sarana motivasi.

6) Mengetahui hasil
Mengetahui hasil pekerjaan, apabila kalau terjadi kemajuan akan mendorong siswa untuk lebih giat belajar. Semakin mengetahui bahwa grafik hasil belajar meningkat maka ada motivasi pada diri siswa untuk terus belajar dengan suatu harapan hasilnya terus meningkat.

7) Pujian
Apabila ada siswa yang sukses dan berhasil menyelesaikan tugas dengan baik perlu diberikan pujian. Pujian ini adalah reinforcement yang positif sekaligus merupakan motivasi yang baik.

8) Hukuman
Hukuman sebagai reinforcement yang negatif tetapi kalau diberikan secara tepat dan bijak bisa menjadi alat motivasi.

9) Hasrat untuk belajar
Hasrat untuk belajar berarti pada diri anak didik itu memang ada motivasi untuk belajar, sehingga sudah barang tentu hasilnya akan lebih baik.

10) Minat
Minat merupakan alat motivasi yang pokok, proses belajar itu akan berjalan lancar jika disertai dengan minat.

11) Tujuan yang diakui
Rumusan tujuan yang diakui dan diterima baik oleh siswa akan menjadi alat motivasi yang sangat penting sebab dengan memahami tujuan yang harus dicapai, karena dirasa sangat berguna dan menguntungkan maka akan timbul gairah untuk terus belajar.

Fungsi Motivasi Belajar
Motivasi yang mendorong mereka untuk melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Hasil belajar akan menjadi optimal jika didukung dengan motivasi yang tinggi, tepatnya motivasi yang diberikan akan semakin berhasil pula suatu proses belajar. Motivasi akan menentukan intensitas usaha belajar siswa. Oleh sebab itu motivasi memiliki fungsi atau peran yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan belajar siswa.

Sardiman (2012: 85) menyatakan motivasi mempunyai tiga fungsi dalam belajar yaitu:

1) Mendorong manusia untuk berbuat, jadi motivasi sebagai motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan. Jadi motivasi mendorong timbulnya suatu perbuatan atau kegiatan yang akan dikerjakan seperti bekajar.

2) Menentukan arah perbuatan yakni kearah tujuan yang hendak dicapai maksudnya motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuan. Berdasarkan uaraian tersebut motivasi berfungsi sebagai pengarah atau mengarahkan kegiatan belajar dan menjadikan sebagai pegangan dalam mencapai tujuan belajar.

3) Menyeleksi perbuatan yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang sesuai guna mencapai tujuan dengan menyisihkan perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut. Berdasarkan uraian tersebut fungsi motivasi sebagai penggerak besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat atau lambatnya suatu pekerjaan.

Jenis-jenis Motivasi Belajar
Motivasi merupakan suatu dorongan yang timbul oleh adanya rangsangan dari dalam maupun dari luar, sehingga seseorang berkeinginan untuk mengadakan perubahan tingkah laku atau aktivitas tertentu lebih baik dari keadaan sebelumnya.

Syaiful Bahri Djamarah (2011: 149) menyatakan bahwa motivasi dapat dilihat dari dua sudut pandang. Penjelasannya dua jenis motivasi adalah sebagai berikut:

1) Motivasi instrinsik yaitu motif-motif yang menjadi aktif atau fungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam setiap diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Penjelasannya bahwa motivasi berupa dorongan yang berasal dari dirinya sendiri akan memberikan angsangan kepada individu tersebut untuk aktif dan senantiasa sadar dalam melakukan sesuatu tanpa adanya paksaan dari individu lainnya.

2) Motivasi ekstrinsik yaitu motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar. Penjelasannya bahwa motivasi berupa dorongan yang berasal dari pihak luar terkadang bersifat memaksa.

Motivasi Belajar
www.helpersetia.com

Post a Comment

Jika Anda Ingin Memberi Masukan/Saran, Pertanyaan, Atau Diskusi Mengenai Postingan Ini, Anda Dapat Mengisikannya Pada Kotak Komentar Berikut Ini.

Follow This Blog

Distributed by Gooyaabi Templates | Designed by OddThemes