NAMA
: HADI H NABABAN
NIM :
16/400254/TK/45268
MOLTEN SALT REACTOR (MSR)
Molten salt reactors (MSRs)
menggunakan larutan garam flourida sebagai pendingin primer. MSRs bisa beroperasi pada spektrum neutron epitermal atau cepat,
dan dengan berbagai jenis bahan bakar. Kebanyakan yang disukai saat ini adalah
penggunaan konsep MSR dalam penggunaan Thorium (untuk membiakkan uranium-233),
dimana sumber awal dari material fisil seperti plutonium-239 harus disediakan.
Ada sejumlah desain konsep dari MSR, dan tantangan pengkomersialan, khususnya
dangan thorium. Molten salt reactors (MSRs) menggunakan bahan bakar cair.
Menggunakan bahan bakar cair memberikan banyak keuntungan dalam aspek
keselamatan dan penyederhanaan desain jika dibandingkan dengan bahan bakar
padat.
Setelah reaksi fisi berantai
dimulai dalam reaktor, laju fisi akan distabilkan saat larutan bahan bakar
menggapai kira-kira 700 derajat Celcius. Apabila suhu reaktor lebih besar dari
700 derajat Cesius maka ekspansi dari bahan bakar tersebut akan mendorong
sebagian bahan bakar ke loop sirkulasi sehingga akan menurunkan laju fisi
(karena reaksi fisi tidak bisa terjadi di dalam loop sirkulasi) dan menurunkan
suhu bahan bakar. Garam yang ditujukan sebagai pendingin primer, kebanyakan
lithium-berilium flourida dan litium flourida, tetap berwujud cair tanpa
tekanan dari sekitar 500°C sampai sekitar 1400°C.
Konsep utama dari MSR adalah untuk melarutkan bahan bakar ke larutan garam.
Thorium, uranium dan plutonium cocok dengan garam flourida sehingga siap
dilarutkan dalam campuran Li-BeF2 .
Bejana reaktor berbentuk
silinder. Struktur bejana dibuat dari blok moderator grafit. Konsentrasi dari
komposisi bahan bakar bisa diatur kapanpun melaui sistem pengaturan konsentrasi
bahan bakar. Karena tidak ada pengumpulan bahan bakar di dalam bejana, tidak
perlu shutdown saat refueling (isi ulang bahan bakar) dan operasi secara
berkelanjutan memungkinkan. Bejana reaktor terbuat dari Hastelloy N. Karena
tekanan operasi sangat rendah (0.5 Mpa), ketebalan dinding bejana reaktor hanya
5 cm. Hanya satu komponen, yaitu blok moderator grafit dibuat di bagian dalam
bejana. Larutan garam bahan bakar adalah berbentuk cairan dari flourida (Li-BeF2)
dengan ThF4 dan sejumlah kecil UF4 .
Larutan flourida bisa
digunakan pada tekanan yang sangat rendah karena memiliki titik didih yang
sangat tinggi dan tekanan uap yang sangat rendah. Titik lebur dari komposisi
bahan bakar diatas adalah 499°C. Bisa untuk melarutkan uranium (U)
atau Pu sebagai material fisil sehingga U dan Pu dengan tingkat pengkayaan
rendah bisa digunakan. Bangunan reaktor mengandung sebuah containment bersuhu
tinggi, tangki saluran, penyimpanan sampah radioaktif dan fasilitas lain yang
dibutuhkan dalam reaktor. Bangunan reaktor berbentuk silinder dengan kubah
hemisper yang dibuat dari beton dan baja dilapisan dalam.




Post a Comment
Jika Anda Ingin Memberi Masukan/Saran, Pertanyaan, Atau Diskusi Mengenai Postingan Ini, Anda Dapat Mengisikannya Pada Kotak Komentar Berikut Ini.