Makalah Psikologi Pendidikan "Belajar"
A.PENGERTIAN BELAJAR
Ada beberapa tokoh yang berpendapat mengenai belajar
diantaranya Skinner dalam bukunya
Educational psychology: The Teaching-Teaching Process, berpendapat bahwa
belajar adalah suatu proses adaptasi
yang berlangsung secara
progressif. Pendapat ini diungkapkan
dalam pernyatannya ‘’…a process of progressive behavior
adaption.’’Berdasarkan eksperimennya
B.F.Skinner percaya bahwa proses adaptasi tersebut akan mendapatkan hasil yang
optimal apabila diberi penguat(reinforcer).
Skinner merupakan salah seorang
pakar teori belajar berdasarkan
proses Conditioning (pengkondisian) yang prinsipnya
memperkuat dugaan bahwa timbulnya
tingkah laku itu disebabkan oleh hubungan antara stimulus dengan
respon.Namun,definisi yang bersifat
behavioristik ini tidak
lepas dari kritikan,sebab
teori ini di simpulkan berdasarkan hasil eksperimen
dengan menggunakan hewan,sehinggateori ini dianggap terlalu
menyederhanakan manusia dengan menyamakan proses belajar antara manusia dan
hewan.
Chaplin dalam Dictionary of Psychology membatasi belajar dengan dua macam
rumusan.Rumusan pertama berbunyi: ‘’…Acquisition of any relatively permanent
change in behavior as a result of practice and experience’’(belajar adalah perubahan
tingkahlaku yang relatif menetap sebagai akibat latihan dan pengalaman).Rumusan
keduanya adalah’’process of acquiring responses as a result of special
practice’’(belajar adalah proses memperoleh respon-respon sebagai akibat adanya latihan khusus.
Hintzman (1978) dalam bukunya The Psychology
Of Learning and Memory berpendapat bahwa
‘’ Learning is a change in organism due toexperience which can affect the the
organism ‘behavior(belajar adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri
organisme yang di sebabkan oleh pengalaman yang dapat mempengaruhi tingkah laku
organisme tersebut).Jadi , dalam pandangan Hintzman ,perubahan yang ditimbulkan
oleh pengalaman tersebut baru dapat
dikatakan belajar apabila memengaruhi organisme.
Witting(1981) dalam bukunya Psychology Of Learning mendefinisikan belajar
sebagai many relatively permanent change
in a organis’m behavioral repertoire that occurs a result of experience
(belajar adalah perubahan yang relatif menetap yang terjadi dalam keseluruhan
tingkahlaku suatu orgnisme sebagai hasil pengalaman). Definisi witting tidak
menekankan perubahan yang disebut behavioralchange tetapi behavioral repertoire
change,yakni perubahan yangmenyangkut aspek psikofisik organisme.
Reber(1989) dalam kamusnya , Dictionary of
Psychology membatasi belajar dengan dua macam definisi. Pertama belajar adalah
The process of acquiring knowledge (proses memperoleh pengetahuan). Kedua
belajajar adalah a relatively permanent response potentiality which occurs as a
result of reinforced practice(suatu perubahan kemampuan bereaksi yang relatif
langgeng sebagai hasil latihan yang diperkuat).Dalam definisi tersebut ada
beberapa macam istilah , diantaranya:
Relatively permanent(yang secara umum
menetap). Istilah ini bermakna bahwa perubahan yang berupa sementara seperti
perubahan karena mabuk,lelah,jenuh bukanlah termasuk belajar.
Response potentiality (kemampuan
bereaksi).Istilah ini merupakan pengakuan terhadap adanya perbedaan antara
belajar dan penampilan atau kinerja hasil-hasilbelajar.
Reiforced (yang diperkuat). Istilah ini
bemakna bahwa kemajuanyang didapati dari proses belajar mungkin akan musnah
atau sangat lemah apabila tidak diberi penguat.
Practice (praketek atau latihan).
Istilahinibermakna bahwaproses belajar membutuhkan latihan yang berulang-ulang
untuk menjamin kelestarian kinerja akademik yang telah dicapai siswa.
Timbulnya perbedaan para ahlitersebut
disebabkan adanya perbedaan sudut pandang.Bertolak dari berbagai definisi yang
telah terurai tadi , secara umum belajar dapat disimpulkan sebagai tahapan
perubahan seluruh tingkah lakuindividu yang relatif menetap sebagai hasil
pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan kognitif.Kita dapat
mengatakanbahwa belajar adalah syarat mutlak untukmenjadi pandai dalam segala
hal , baik dalam bidang ilmupengetahuan maupun keterampilan dalam percakapan.
TUJUAN BELAJAR
Dari definisi di atas dapat disimpulkan
berbagai tujuan belajar diantaranya :
Belajar adalah suatu usaha. Perbuatan yang
dilakukan secara sungguh-sungguh serta sistematis dengan mendayagunakan semua
potensi yang dimiliki, baik fisik,mental,bakat,minat,dan sebagainya.
Belajar bertujuan mengadakan perubahan di
dalam diri antara lain tingkah laku. Misalnya tingkah laku anak kecil yang
belum memasuki bangku sekolah bertingkah laku manja,cengeng, dan sebagainya.
Kemudian setelah beberapa bulan memasuki bangku sekolah tingkah lakunya berubah
menjadi tidak cengeng,mandiri,dan sebagainya. Hal ini menunjukkan bahwa anak
tersebut telah belajar dari lingkungan sekitarnya.
Belajar bertujuan untuk mengubah kebiasaan
,dari yang buruk menjadi baik. Misalnya mengubah kebiasaan merokok menjadi
tidak merokok,dapat dilakukan dengan suatu proses belajar.
Belajar bertujuan untuk mengubah sikap
negatif menjadi positif, tidak hormat menjadi hormat,benci menjadi sayang dan
sebagainya. Misalnya seorang remaja yang bersikap menentang orang tuanya dapat
diubah menjadi hormat dan patuh kepada orangtua.
Belajar bertujuan untuk meningkatkan
keterampilan atau kecakapan . Misalnya dalam bidang keolahragaanseorang
yang terampil bulu tangkis , sebagian
besar ditentukan dengan oleh ketekunan
belajar dan latihan yang tekun dengan sungguh-sungguh.
Belajar bertujuan untuk menambah pengetahuan
dalam berbagai bidang ilmu. Misalnya seorang anakyang awalnya tidak bisa
membaca menjadi bisa membaca karena belajar.
Dari uraian diatas dapat diketahui belajar
adalah kegiatan manusia yang sangat penting dan harus dilakukan selama
hidup,karena melalui belajar manusia dapat melakukan perbaikan dalam berbagai
hal yang menyangkut kepentingan
hidup.Pengertian belajaryang secara umum disepakati secara luas adalah bahwa
dasarnya beljar merujuk pada suatu perubahan.
CIRI-CIRI BELAJAR
Ciri-ciri belajar adalah sebagai berikut:
Perubahan yang terjadi secara sadar.Misalnya
seorang ank yang mulai bisa menulis akan memiliki kebiasaan baru membuat
coretan-coretan tulisan atau huruf-huruf yang ia pelajari.
Perubahan dalam belajar bersifat aktif dan
positif.Misalnya seseorang yang belajar komputer,lama kelamaan ia akan mahir
dan dapat mengetik lebih cepat dan lebih sedikit membuat kesalahan .
Perubahan dalam belajar ersifat fungsional.
Misalnya seorang anak yang belajar menulis, awalnya hanya mengenal
hurufabjad,kemudian menjadi kata,selanjutnya akan menjadi kalimat ,hingga
akhirnya ia dapat membuat sebuah karangan.
Perubahan dalam belajar bukan bersifat
sementara. Misalnya jika mula-mula tidak bisa naik sepeda ,setelah belajar maka
kita akan bisa naik sepeda , dan hasildari belajar itu umumnya permanen.
Perubahan dalam belajar bertujuan atau
terarah . Maksud dari pernyataan tersebut adalah bahawa perubahan tingkah laku
yang terjadi disebabkan adanya tujuan yangakan dicapai.Misalnya belajar menjahit
akan terlihat hasilnya jika pada hasil jahitan yang semakin rapi.
Perubahan mencakup seluruh tingkah
laku. Misalnya perbuatan, perkataan, sikap, dan kebiasaan.
Berdasarkan penjelasan di atas ,kita melihat
bahwa definisi belajar cenderung menitikberatkan pada usaha tiap individu yang
sering kali berkaitan dengan ketekunan,keteguhan hati ,dan intensitas belajar
itu sendiri.
D.Keterkaitan antara belajar dengan kematangan
Peristiwa pembelajaran berhadapan dengan dua
aspek dari anak didik , yaitu aspek kematangan (maturation) dan aspek belajar (
learning). Kematangandicapai individu dari proses prtumbuhan
psiko-fisiologinya,yang terbentuk sejak belum lahir.
Kematangan terjadi akibat adanya
perubahan-perubahan kuantitatif didalam struktur jasmani dibarengi dengan
perubahan-perubahan kualitatif terhadap struktur tersebut. Kematangan memberi
kondisi dimana fungsi-fungsi fisiologis termasuk sistem saraf dan sistem otak akan
berkembang ,hal ini menumbuhkan kapasitas mental seseorang yang akan
mempengaruhi hasil belajar seseorang.
Aspek yang lain ,yaitu belajar ,oleh banyak
ahli anggap sebagai lawan dari kematangan. Belajar merupakan prosesperubahan
yang terus menerus terjadi dalam diri individu yang tidak ditentukan oleh unsur
keturunan,tetapi lebih banyak ditentukan oleh unsur keturunan ,tetapi lebih
banyak ditentukan oleh faktor-faktor dari luar(eksternal).
Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar
(a) Faktor Eksternal dan Internal
Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar
seseorang ada banyak. faktor belajar dibagi menjadi dua, yaitu faktor eksternal
dan faktor internal. faktor internal biasanya dipengaruhi dari dalam diri siswa
itu sendiri, faktor eksternal biasanya dipengaruhi oleh lingkungan atau hal
disekitar siswa.
faktor eksternal
yaitu faktor yang berasal dari luar dan dapat
mempengaruhi terhadap belajar siswa.salah satu faktor eksternal belajar yaitu
faktor keluaraga
faktor keluarga yang mempengaruhi belajar
adalah cara orang tua mendidik anak,hubungan orang tua dengan anak,suasana
rumah, keadaan keluarga,kedaan ekonomi, latar belkang budaya.
faktor sekolah
faktor sekolah yang mempengaruhi belajar
adalah metode pembelajaran,hubungan siswa dengan guru, hubungan siswa dengan
siswa,disiplin beljar, keadaan gedung.
faktor masyarakat
faktor masyarakat yang mempengaruhi belajar
adalah keberadaan siswa dalam masyarakat,kegiatan siswa dalam masyarakat, teman
bergaul dalam masyarakat.
faktor internal
yaitu faktor yang berasal dari dalam dan
dapat mempengaruhi terhadap belajar siswa. salah satu faktor internal belajar
yaitu
inteligensi
pengertian
intelegensi adalah kecerdasan atau kemampuan
berfikir secara memusat dan menyebar.
teori-teori intelegensi
teori-teori bersifat spekulatif (berdasarkan
teori), teori-teori yang bersifat prakmatik (teori-teori yang didasarkan atas
analisisfaktor,yang kiranya dapat disebut teori faktor fakto-faktor yang besifat operasional (teori-teori yang didasarkan atas analisis
atau kelompok pertama penelitian mengenai intelegensi untuk dapat lebih memahami intelegensi dapat
digolongkan menjadi dua kelompok yaitu penyususnan tes intelegensi untuk membandingkan individu yang dites
dengan norma tertentu. individu yang normal akan memiliki skorintelegensi yang
sama dengan skor intelegensi individu-individu dalam populasi yang sebaya
dengan umur mereka.
penelitian tentang kolerasi intelegensi
dengan faktor lain pada umumnya bertujuan untuk mendapatkan
informasi mengenai variabel-variabel yang mempengaruhi perkembangan intelegensi
itu
faktor-faktor yng menentukan intelegensi faktor pembawaan faktor pertama yang berperan dalam
intelegensi seseorang yang membawa sifat-sifat dan potensi sejak lahir.
faktor kematangan untuk mengetahui pertumbuhan atau
perkembangan baik fisik maupun psikis.
faktor pembentukan perkembangan yang dipengaruhi keadaan-keadaan
dari luar atau lingkungan
b) Bakat (attitude)
Bakat adalah suatu kondisi pada seseorang
yang memiliki kecakapan bawaan sejak lahir tentang potensi-potensi tertentu
yang jika diberikan latihan khusus, dikembangkan dan dilatih akan mudah
dikuasai dan menghasilkan keterampilan khusus tertentu.
Jenis-jenis bakat menurut Mohammad Asrosri
dalam bukunya yang berjudul Psikologi Pendidikan (2008) membagi jenis-jenis
bakat menjadi lima antara lain:
Bakat akademis, yakni bakat seseorang yang di
dalamnya terkmpul potensi di bidang akademis, misalnya bidang matematika,
kimia, biologi, geometri, fisika, ekonomi(Secara teorists).
Bakat Kreatif/Produktif, yakni bakat
seseorang yang diadalmnya terangkum potensi berbagai kemampuan untuk menangkap
ide dari pengamatan untuk kemudian ditindak lanjuti dengan merumuskan, merancang
dan membuat sesuatu produk baru yang bernilai produktif bagi kehidupan. Contoh
di dalamnya bakat mekanik.
Bakat Seni, yaitu bakat sesoerang yang
didalamnya ada potensi mudah terlibat dengan sesuatu yang melahirkan keindahan
apakah itu menciptakan lukisan, menari, bermain watak, dan sebagainya.
Bakat kinesteik / promotik(gerak Tubuh) yaitu
bakat seseorang di dalamnya ada potensi mudah melakukan suatu dengan
memaksimalkan gerak tubuh, termasuk di dalam hal ini adalah olahragawan, apakah
petinju, pesepak bola, pebulu tangkis, dan sebagainya.
Bakat Sosial, yaitu kumpulan potensi
seseorang yang erat kaitanya dengan kemampuan membangun komunikasi dengan orang
lain.
Dalam sebuah jurnal disebutkan bahwa anak
yang berbakat cenderung berprestasi
tinggi dibandingkan anak-anak lainnya dalam proses pembelajaran. Sebuah
sintesis penelitian tentang Gifted Learning Styles menunjukkan bahwa pelajar
yang berbakat secara signifikan lebih cenderung lebih suka belajar mandiri,
bila dibandingkan dengan peserta didik biasa.
Belajar mandiri pada pembelajaran berbakat
berdampak pada pertumbuhan kemandirian, kemampuan untuk mengidentifikasi topik
dengan jelas, meningkatkan berpikir kritis dan kreatifitas berpikir. Dengan
bakat yang dimiliki anak akan lebih mudah memahami apa yang disampaikan guru
dan dapat merespon dengan baik terhadap pertanyaan atau permasalahan yang
dihadapinya.
Berdasarkan penelitian diatas dapat
disimpulkan bahwa bakat memberi pengaruh terhadap keaktifan anak dalam
menanggapi suatu persoalan. Anak yang berbakat cenderung lebih mudah memahami
dibanding anak lain yang biasa-biasa saja. Anak yang memiliki bakat dalam
bidang musik, akan lebih mudah mempelajari musik dan anak yang berbakat dalam
bidang matematika akan lebih cepat memahami dibanding anak lainnya.
c) Emosi
Emosi adalah suatu respon terhadap suatu
perangsang yang menyebabkan perubahan fisiologi disertai dengan perasaan yang
kuat dan biasanya mengandung kemungkinan untuk meletus.
Sebuah laporan dari National Center for
Clinical Infant Programs (1992) menyatakan bahwa keberhasilan di sekolah bukan
diramalkan oleh kumpulan fakta seorang siswa atau kemampuan dirinya untuk
membaca, melainkan oleh ukuran-ukuran emosional dan sosial: yakni pada diri
sendiri dan mempunyai minat; tahu pola perilaku yang diharapkan orang lain dan
bagaimana mengendalikan dorongan hati untuk berbuat nakal; mampu menunggu,
mengikuti petunjuk dan mengacu pada guru untuk mencari bantuan; serta
mengungkapkan kebutuhan-kebutuhan saat bergaul dengan siswa lain.
Hampir semua siswa yang prestasi sekolahnya
buruk, menurut laporan tersebut, tidak memiliki satu atau lebih unsur-unsur
kecerdasan emosional ini (tanpa memperdulikan apakah mereka juga mempunyai
kesulitan-kesulitan kognitif seperti kertidakmampuan belajar). (Goleman, 2002: 273)
Penelitian Walter Mischel (1960) mengenai
“marsmallow challenge” di Universitas Stanford menunjukkan anak yang ketika
berumur empat tahun mampu menunda dorongan hatinya, setelah lulus sekolah
menengah atas, secara akademis lebih kompeten, lebih mampu menyusun gagasan
secara nalar, seta memiliki gairah belajar yang lebih tinggi. Mereka memiliki
skor yang secara signifikan lebih tinggi pada tes SAT dibanding dengan anak
yang tidak mampu menunda dorongan hatinya (Goleman, 2002: 81).
Individu yang memiliki tingkat kecerdasan
emosional yang lebih baik, dapat menjadi lebih terampil dalam menenangkan
dirinya dengan cepat, jarang tertular penyakit, lebih terampil dalam memusatkan
perhatian, lebih baik dalam berhubungan dengan orang lain, lebih cakap dalam memahami
orang lain dan untuk kerja akademis di sekolah lebih baik (Gottman, 1998: xvii)
d) Motif, needs, dan motivasi
Motif
Motivasi merupakan keadaan dalam diri
individu atau organisme yang mendorong perilaku kea rah tujuan. Dengan demikian
dapat dikemukakan bahwa motivasi itu mempunyai 3 aspek yaitu :
Keadaan terdorong dalam diri organisme yaitu
kesiapan bergerak karena kebutuhan. Misalnya kebutuhan jasmani, karena keadaan
dan ingatan.
Perilaku yang timbul dan terarah karena
keadaan ini.
Goal atau tujuan yang dituju oleh perilaku
tersebut.
Jenis-jenis motif
Motif Fisiologis
Dorongan atau motif fisiologis pada umumnya
berakar pada keadaan jasmani, misal: dorongan untuk makan, dorongan untuk
minum, dorongan seksual, dorongan untuk mendapatkan udara segar.
Motif Sosial
Motif sosial merupakan motif yang kompleks,
dan merupakan sumber dari banyak perilaku atau perbuatan manusia. Dikatakan
sosial karena motif ini dipelajari dalam kelompok sosial. Mc Clelland
berpendapat bahwa motif sosial itu dapat dibedakan dalam
Motif berprestasi atau juga disebut need for
achievement
Motif berafiliasi atau juga disebut kebutuhan
afiliasi ( need for affiliation )
Motif berkuasa atau kebutuhan berkuasa ( need
for power )
Teori kebutuhan dari Murray
Kebutuhan – kebutuhan yang dikemukakan oleh
Murray juga disebut motif – motif adalah sebagai berikut :
Merendah atau merendahkan diri
Berprestasi
Afiliasi
Agresi
Otonomi
Counteraction
Pertahanan
Hormat
Dominasi
Ekshibisi atau pamer
Penolakan kerusakan
Infavoidance
Memberi bantuanTeratur
Bermain
Menolak
Seks
Bantuan atau pertolongan
Kebutuhan / Needs
Needs adalah keadaan yang menimbulkan
motivasi. Needs merupakan potensialiatas tetap yang dimotivasi dengan cara
tertentu, atau suatu kecenderungan relatif permanen di dalam diri seseorang
yang termotivasi dengan cara cara terntentu.
Macam-Macam Kebutuhan Berdasarkan Intensitas
Kegunaan
Kebutuhan Primer : kebutuhan utama untuk
dipenuhi yakni makanan, pakaian dan perumahan.
Kebutuhan Sekunder : kebutuhan setelah
kebutuhan primer terpenuhi, merupakan kebutuhan agar kehidupan manusia dapat
berjalan baik
Kebutuhan Tersier: kebutuhan yang bertuju
kepada kebutuhan mewah. Kebutuhan dapat terjadi jika kebutuhan primer dan
kebutuhan sekunder terpenuhi.
Macam-Macam Kebutuhan Berdasarkan Sifatnya
Kebutuhan Jasmani : Kebutuhan jasmani adalah
kebutuhan yang diperlukan manusia dalam memelihara raga/fisik.
Kebutuhan Rohani : Kebutuhan rohani adalah
kebutuhan yang diperlukan dalam pemenuhan jiwa atau batin.
Macam-Macam Kebutuhan Berdasarkan Waktunya
Kebutuhan Sekarang : Kebutuhan sekarang
adalah kebutuhan yang pemenuhannya harus sekarang atau tidak dapat
ditunda-tunda.
Kebutuhan Yang Akan Datang/Masa Depan
:Kebutuhan masa depan adalah kebutuhan yang pemenuhannya dapat di tunda, tetapi
harus dipersiapkan dari sekarang.
Kebutuhan Tidak Terduga : Kebutuhan tidak
terduga adalah pemenuhan kebutuhan yang datang secara tiba-tiba. Contohnya :
konsultasi kesehatan.
Macam-Macam Kebutuhan Berdasarkan Subyek yang
ditubuhkan
Kebutuhan Individual : Kebutuhan individual
adalah kebutuhan yang diperuntukkan bagi perorangan(individu). Contohnya :
kebutuhan cleaning service dengan
kebutuhan tentara, kebutuhan presiden dengan kebutuhan pelayan.
Kebutuhan Kolektif/Kelompok : Kebutuhan
kelompok adalah kebutuhan yang diperuntukkan untuk kepentingan masyarakat
secara bersama-sama. Contohnya : Pasar, jalan, rumah sakit, jembatan, angkutan
umum, dan sekolah
Motivasi
Secara etimologi kata motivasi berasal dari
kata “motiv” yang artinya dorongan, kehendak, alasan atau kemauan. Maka
motivasi adalah tenaga-tenaga yang membangkitkandan mengarahkan kelakuan
individu. Pada dasarnya motivasi memiliki dua elemen, yaitu elemen dalam (inner
component) dan elemen luar (outer component).
Yang lebih lanjut diuraikan sebagai berikut:
a. elemen dalam (inner component). Elemen ini berupa perubahan yang terjadi
didalam diri seseorang, berupa keadaan yang tidak puas, atau ketegangan
psikologis. Rasa tidak puas atau ketegangan psikologis ini bisa timbul oleh
karena keinginan – keinginan untuk memperoleh penghargaan, pengakuan serta
berbagai macam kebutuhan lainnya. B. elemen luar (outer component). Elemen luar
dari pada motivasi adalah tujuan yang ingin dicapai oleh seseorang, tujuan itu
sendiri berada diluar diri seseorang itu, namun mengarahkan tingkahlaku orang
itu untuk mencapainya.
Faktor Internal (yang berasal dari diri siswa
sendiri)
1) Faktor Fisik
Faktor fisik yang dimaksud meliputi : nutrisi
(gizi), kesehatan, dan fungsi- fungsi fisik (terutama panca indera). Kekurangan
gizi atau kadar makanan akan mengakibatkan kelesuan, cepat mengantuk, cepat
lelah, dan sebagainya. Kondisi fisik yang seperti itu sangat berpengaruh
terhadap proses belajar siswa di sekolah. Dengan kekurangan gizi, siswa akan
rentan terhadap penyakit, yang menyebabkan menurunnya kemampuan belajar,
berfikir atau berkonsentrasi. Keadaan fungsi- fungsi jasmani seperti panca
indera (mata dan telinga) dipandang sebagai faktor yang mempengaruhi proses
belajar. Panca indera yang baik akan mempermudah siswa dalam mengiti proses
belajar di sekolah.
2) Faktor Psikologis
Faktor psikologis berhubungan dengan
aspek-aspek yang mendorong atau menghambat aktivitas belajar pada siswa. Faktor
yang mendorong aktivitas belajar menurut Arden N. Frandsen (Farozin, 2011 :48)
adalah sebagai berikut :
Rasa ingin tahu dan ingin menyelidiki dunia
(lingkungan) yang lebih luas,
Sifat kreatif dan keinginan untuk selalu
maju,
Keinginan untuk mendapat simpati dari orang
tua, guru, dan teman- teman,
Keinginan untuk memperbaiki kegagalan dengan
usaha yang baru,
Keinginan untuk mendapat rasa aman apabila
menguasai pelajaran,
Adanya ganjaran atau hukuman sebagai akhir
dari proses belajar.
Sedangkan faktor psikis yang menghambat
adalah sebgai berikut :
Tingkat kecerdasan yang lemah
Gangguan emosional, seperti : merasa tidak
aman, tercekam rasa takut, cemas, dan gelisah.
Sikap dan kebiasaan belajar yang buruk,
seperti : tidak menyenangi mata pelajaran tertentu, malas belajar, tidak
memiliki waktu belajar yang teratur, dan kurang terbiasa membaca buku mata
pelajaran. Kedua faktor yang telah dipaparkan merupakan faktor dari dalam diri
siswa yang dapat mempengaruhi motivasi belajar.
b) Faktor Eksternal (yang berasal dari
lingkungan)
1) Faktor Non-Sosial
Faktor non-sosial yang dimaksud, seperti :
keadaan udara (cuaca panas atau dingin), waktu (pagi, siang, malam), tempat
(sepi, bising, atau kualitas sekolah tempat belajar), sarana dan prasarana atau
fasilitas belajar. Ketika semua faktor dapat saling mendukung maka proses
belajar akan berjalan dengan baik.
2) Faktor Sosial
Faktor sosial adalah faktor manusia (guru,
konselor, dan orang tua), baik yang hadir secara langsung maupun tidak langsung
(foto atau suara). Proses belajar akan berlangsung dengan baik, apabila guru
mengajar dengan cara yang menyenangkan, seperti bersikap ramah, memberi
perhatian pada semua siswa, serta selalu membantu siswa yang mengalami
kesulitan belajar. Pada saat dirumah siswa tetap mendapat perhatian dari orang
tua, baik perhatian material dengan menyediakan sarana dan prasarana belajar
guna membantu dan mempermudah siswa belajar di rumah.
Peranan Motivasi dalam Belajar
Motivasi belajar tidak hanya penting bagi
peserta didik akan tetapi penting juga bagi pendidik. Pentingnya motivasi
belajar bagi peserta didik sebagai berikut :
Menyadarkan kedudukan pada awal
belajar,proses dan hasil akhir.
Menginformasikan tentang kekuatan usaha
belajar.
mengarahkan kegiatan belajar
membesarkan semangat belajar
Menyadarkan tentang adanya perjalanan belajar
dan kemudian bekerja.
e) Konsep diri
Jika didefinisikan secara umum, konsep diri
merupakan keyakinan, pandangan atau penilaian seseorang, perasaan dan pemikiran
individu terhadap dirinya yang meliputi kemampuan, karakter, maupun sikap yang
dimiliki individu.
Sejumlah ahli psikologi dan pendidikan
berkeyakinan bahwa konsep diri dan prestasi belajar mempunyai hubungan yang
erat. Siswa yang memiliki konsep diri positif, memperlihatkan prestasi yang
baik disekolah, atau siswa tersebut memeiliki penilaian diri yang tinggi serta
menunjukkan antar pribadi yang positif pula.
Konsep diri mempengaruhi prilaku peserta
didik dan mempunyai hubungan yang sangat menentukan proses pendidikan dan
prestasi belajar mereka. Peserta didik yang mengalami masalah disekolah pada
umumnya menunjukkan tingkat konsep diri yang rendah, oleh sebab itu dalam
rangka meningkatkan kualitas pendidikan guru sebaiknya melakukan upaya-upaya
yang memungkinkan terjadinya peningkatan konsep diri.
Strategi yang dapat dilakukan dalam
mengembangkan dan meningkatkan konsep diri peserta didik:
Membuat siswa merasa mendapat dukungan dari
guru. Seperti dukungan emosional , pemberian penghargaan, dan dorongan untuk
maju.
Membuat siswa merasa bertanggung jawab
.memberi kesempatan terhadap siswa untuk membuat keputusan sendiri atas
perilakunya.
Membuat siswa merasa mampu dengan cara
menunjukkan sikap dan pandangan yang positif terhadap kemampuan yang dimiliki
siswa.
Mengarahkan siswa untuk mencapai tujuan yang
realistis sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.
Membantu siswa menilai dirinya secra
realistis .pada saat mengalami kegagalan
Mendorong siswa agar bangga dengan dirinya
secara realistis dengan prestasi yang telah dicapai.
Salam Blogger,




Post a Comment
Jika Anda Ingin Memberi Masukan/Saran, Pertanyaan, Atau Diskusi Mengenai Postingan Ini, Anda Dapat Mengisikannya Pada Kotak Komentar Berikut Ini.