MAKALAH PSIKOLOGI PENDIDIKAN
PERHATIAN (ATTENTION)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Perhatian
mempunyai peranan yang penting dalam kegiatan belajar. Perhatian terhadap
pelajaran akan timbul pada siswa apabila bahan pelajaran sesuai dengan
kebutuhannya. Dengan adanya perhatian terhadap individu yang sedang belajar
maka otomatis individu tersebut semakin terdorong, untuk belajar Apabila bahan pelajaran itu dirasakan sebagai
sesuatu yang dibutuhkan, diperlukan untuk belajar lebih lanjut atau diperlukan
dalam kehidupan sehari-hari, akan membangkitkan perhatian dan juga motivasi untuk
mempelajarinya.
Apabila
dalam diri siswa tidak ada perhatian terhadap pelajaran yang dipelajari, maka
siswa tersebut perlu dibangkitkan perhatiannya. Dalam proses pembelajaran,
perhatian merupakan faktor yang besar pengaruhnya, kalau peserta didik
mempunyai perhatian yang besar mengenai apa yang dipelajari peserta didik dapat
menerima dan memilih stimuli yang relevan untuk diproses lebih lanjut di antara
sekian banyak stimulus yang datang dari luar. Perhatian dapat membuat peserta
didik untuk mengarahkan diri pada tugas yang akan diberikan; melihat
masalah-masalah yang akan diberikan; memilih dan memberikan fokus pada masalah
yang harus diselesaikan.
1.2
Rumusan Masalah
Dalam
makalah ini, Penulis merumuskan beberapa persoalan:
1 Bagaimana
Konsep Dasar?
2 Apa
Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Perhatian ?
3 Bagaimana
Proses Perhatian ?
4 Apa
Faktor Yang Dipengaruhi ?
5 Bagaimana
Macam-Macam Perhatian ?
6 Apa
Gejala kekurangan Perhatian ?
1.3
Tujuan Makalah
Sejalan
dengan rumusan masalah di atas, makalah ini disusun dengan tujuan untuk
mengetahui:
1 Konsep
Dasar
2 Faktor-faktor
yang Mempengaruhi Perhatian
3 Proses
Perhatian
4 Faktor
Yang Dipengaruhi
5 Macam-Macam
Perhatian
6 Gejala
kekurangan Perhatian
BAB II
PEMBAHASAN
ATTENTION (PERHATIAN)
II.1 Konsep Dasar
a. Definisi
Dalam
istilah psikologi, perhatian diartikan sebagai suatu reaksi yang dilakukan oleh
organisme dan kesadaran seseorang. Perhatian adalah merupakan pemusatan atau
konsentrasi dari seluruh aktivitas individu yang ditujukan kepada suatu obyek
atau kepada sekumpulan obyek-obyek. Perhatian juga adalah merupakan
penyeleksian terhadap stimuli yang diterima oleh individu yang bersangkutan.
Menurut
Dr. Aryan Ardhana, perhatian adalah suatu kegiatan jiwa. Perhatian dapat
didefinisikan sebagai proses pemusatan phase-phase atau unsur-unsur pengalaman
dan mengabaikan yang lainnya.
Sedang
menurut Drs. Dakir, perhatian adalah keaktifan peningkatan kesadaran dalam
pemusatannya kepada barang sesuatu baik di dalam maupun di luar diri kita.
Dapat
disimpulakan bahwa perhatian adalah pengarahan aktivatas/pemusatan kesadaran
jiwa terhadap suatu objek, baik dalam dirinya maupun diluar dirinya”. Perhatian
timbul dengan adanya pemusatan kesadaran terhadap sesuatu, tapi tidak semua
unsur/objek yang besamaan timbul menjadi sasaran kesadaran, tetapi ada
unsur-unsur/objek yang dikesampingkan.
Adapun
beberapa definisi perhatian yang diungkapkan oleh para ahli, sebagai berikut:
Sardjoe
berpendapat bahwa, perhatian adalah suatu reaksi dari organisme dan kesadaran,
yang menyebabkan bertambahnya aktivitas dalam konsentrasi, dan pembatasan
kesadaran terhadap satu obyek.
Ardhana
berpendapat bahwa, perhatian dapat didefinisikan sebagai suatu proses pemusatan
phrase-phrase atau unsur-unsur pengalaman dan mengabaikan yang lainnya.
Kejelasan pengalaman secara relatif tergantung pada intensitas proses
perhatian. Jadi, apabila seseorang memberikan perhatian terhadap sesuatu
berarti ia memusatkan kegiatan jiwanya kepada obyek tersebut dan tidak ada
objek lainnya.
Menurut
Ramayulis (1994:175), bahwa perhatian adalah merupakan salah satu faktor
psikologis yang dapat membantu terjadinya interaksi dalam proses belajar mengajar.
Kondisi psikologis ini dapat terbentuk melalui dua hal, yaitu pertama, yang
timbul secara intrinsik, dan yang kedua melalui bahan pelajaran (content).
Peranan perhatian terdapat dalam proses belajar diungkapkan dalam Al-Qur’an QS.
Al-‘Araf 204, Ibrahim 24-25.
Menurut
Dakir ( 1993 : 114 ) “Perhatian adalah Keaktifan peningkatan kesadaran seluruh
fungsi jiwa yang dikerahkan dalam pemusatannya kepada barang sesuatu, baik yang
di dalam maupun yang ada di luar.
Menurut
Matlin (1989), bawa perhatian adalah proses konsentrasi pikiran atau pemusatan
aktivitas mental. Proses perhatian melibatkan pikiran pada tugas tertentu,
sambil berusaha mengabaikan stimulus lain yang mengganggu, perhatian juga
menuju paa proses pengamatan beberapa pesan sekaligus, kemudin mengabaikannya
kecuali pada satu pesan ( Suharman, 2005:40).
William
James ( 1890), bahwa perhatian adalah pemusatan pikiran dalam bentuk jernih dan
gamblang, terhadap suatu objek simultan atau kelompok pikiran. Perhatian
mengimplikasikan adanya pengabaian objek-objek lainnya secara efektif (Solso,
1979: 90-91).
Sehingga
dapat disimpulkan bahwa perhatian adalah merupakan salah satu faktor psikologis
yang mempunyai sifat-sifat yang menonjol, baik dari dalam maupun dari luar
individu yang dapat membantu dalam interaksi belajar mengajar yang memerankan
aktivitas, konsentrasi, dan kesadaran. Yang berasal dari dalam adalah faktor
biologis, sosial, kebiasaan, konsentrasi, kesadaran, stimulus serta kemauan,
sedangkan yang berasal dari luar adalah gerakan dan lingkungan
b. Tokoh
Tokoh-tokoh
teori individualism, Adam Smith (1759) dan Herbert Spencer (1870) menerangkan
Prinsip-prinsip perhatian untuk menerangkan tindakan-tindakan yang semata-mata
mengejar keuntungan sendiri atas dasar pikiran, tetapi juga dikemudikan oleh
perhatian terhadap orang lain, yang tanpa itu sebenarnya kehidupan sosial itu
tidak mungkin ada.
Adam Smith membedakan dua bentuk dasar daripada perhatian :
1. Yang menimbulkan respons yang cepat hampir
seperti reflex. Misalnya: Kalau kita melihat orang dipukul tongkat dengan keras
kita merasa ngeri.
l
Bila kita melihat pemain akrobat yang sedang berjalan di atas tali yang
tinggi,kita merasa tegang.
l
Jika melihat demontrasi terjun paying yang tidak mengembang, kita memejamkan
mata.
2. Yang sifatnya lebih intelektual kita
dapat perhatian terhadap seseorang, meskipun kita tidak merasakan sebagai yang
ia rasakan. Kita akan mengucapkan syukur dan menyatakan perhatian bila
seseorang berhasil dalam usahanya, walaupun kita sendiri tidak berhasil atau
susah.
Menurut
Herbert Spencer (1870) bahwa perhatian terdiri dari dua bentuk, yaitu:
l Prespectively presentative yang cepat
seperti reflex.
l Representative (yang sadar refleksif).
Theodore Ribot (1897) pengarang
buku yang berjudul Psychology of the Emotion, ia menekankan pada peranan
perhatian yang dikatakan sebagai a foundation of all social existence.
Ribot
membagi perhatian menjadi 3, yaitu :
1. Type primitive atau otomatis, yang
dapat diterangkan dengan respon bersyarat.
2. Refleksif, yang mana seseorang sadar
dalam dirinya terhadap keadaan jiwanya. Ia tahu, bahwa ia merasa apa yang
dirasakan orang lain, biarpun ia sendiri tidak mengalaminya.
3. Type yang intelektual, yaitu rasa
setia, rasa toleran, dan philantropi: bentuk ini tidak diarahkan pada orang
tertentu, tetapi mempunyai corak-corak yang lebih umum dan abstrak.
Menurut
Max Scheler perhatian itu dibagi dalam delapan bentuk, yaitu:
1. Einfuhlung, yaitu proses yang
primitif, proses refleks sepertiyang dikatakan oleh Smith, Spencer, Ribot, dan
lain-lain. Jika diterjemahkan dalam bahasa inggris mungkin dengan kata: empathy
yang menunjukan motor tiruan, yang tidak didasarkan padadasar pikiran.
2. Meiteinander fuhlung. Yang menekankan
pada pengertian “perasaan spontan” yaitu kalau dua orang atau lebih bereaksi
dengan cara yang sama pada rangsangannya yang sama (misalnya reaksi yang
diberikan penonton bioskop).
3. Gefuhls anstechung. Menunjukan
tertekannya perasaan melalui induksi dan tidak sosial seperti mobs.
4. Einsfuhlung.Yaitu kalau terjadi
pengamatan perasaan misalkan anak bermain boneka mengamati ibunya.
5. Nachfuhlung. Ini lebih disadari dan
dibedakan seperti pernyataan: “saya tahu apa yang engkau rasakan”. Dalam hal
semacam ini kita dapat membedakan dengan jelas perasaan kita sendiri dengan
perasaan orang lain.
6. Mitgefuhl. Yaitu bila orang dapat
dengan tepat menimbang perasaan orang lain dan biasanya menilainya secara
positif.
7. Menshenliebe. Yaitu kalau orang tidak
hanya mengetahui keadaan jiwa orang lain, tetapi menaruh hormat kepadanya.
8. Akomische Person und Gottes liebe.
Yaitu perhatian yang mistis yang menjadi dasar religi dan pandangan hidup
kesatuan jiwa dengan Tuhan.
Jadi
menurut Prof. F. Patty dkk menyimpulkan bahwa perhatian harus bertumpu / fokus
pada satu objek agar perhatian tersebut dapat menghasilkan out put atau
informasi yang jelas. Dengan demikian kecepatan dan kemudahan menemukan
informasi akan dapat diperoleh.
Groover
menyebutkan bahwa faktor yang memengaruhi persepsi dan ingatan adalah perhatian
(attention).
II.2
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perhatian
Perhatian
dapat dipengaruhi oleh factor-faktor tertentu. Faktor-faktor ini dapat berupa
faktor obyektif dan subyektif. Yang dimaksud dengan faktor obyektif adalah
sifat daripada obyek atau benda-benda yang menarik perhatian kita terlepas dari
kemauan dan pengalaman kita. Sedang faktor subyektif adalah faktor-faktor
berhubungan dengan keadaan, kondisi diri pribadi, sikap dan batin tertentu yang
memperhatikan obyek tersebut.
A.
Yang termasuk dalam faktor-faktor obyektif.
1.Perangsang yang berubah-ubah menarik
perhatian kita.
2.Perangsang yang luar biasa menarik perhatian kita.
3.Perangsang yang tiba-tiba menarik perhatian kita.
4.Benda-benda yang mempunyai bentuk tertentu akan lebih menarik perhatian
kita daripada benda-benda yang bentuknya tidak
tertentu.
5.Benda-benda yang berhubungan dengan
kebutuhan dasar kita biasanya
menarik perhatian itu.
B.
Yang termasuk dalam faktor-faktor subyektif antara lain :
1.
Pekerjaan yang sedang kita laksanakan menentukan perhatian.
2.
Keinginan menentukan perhatian.
3.
Minat (interest) menentukan perhatian.
4.
Perasaan menentukan perhatian.
5.
Mode menentukan perhatian.
6.
Keadaan yang dibayang-bayangkan mengarahkan perhatian kepada
segala sesuatu yang ada hubungannya
dengan keadaan itu.
7.
Kebiasaan menentukan perhatian.
II.3 Proses Perhatian
Proses
perhatian melibatkan pemusatan pikiran dan tugas tertentu sambil berusaha
mengabaikan stimulus lain yang mengganggu/tidak relevan. Atensi juga
terpengaruh oleh perbedaan usia, terutama pada masa anak. Perhatian dapat
dirumuskan sebagai perasaan tertariknya orang yang satu terhadap orang yang
lain. Proses perhatian kadang-kadang tidak berjalan atas dasar logis rasional,
melainkan berdasakan penilaian perasaan. Salah satu contohnya orang tiba-tiba
tertarik dengan orang lain, seakan-akan dengan sendirinya. Tertariknya ini
tidak pada salah satu ciri tertentu dengan orang itu, tapi keseluruhan cirri
pola tingkah lakunya.
Proses perhatian dapat pula berjalan secara
perlahan-lahan secara sadar dan cukup nyata dalam hubungan dua atau lebih
orang. Misalnya hubungan cinta kasih antara manusia, biasanya didahului dengan
perhatian. Dengan demikian perhatian hanya akan berlangsung dan berkembang
dalam relasi kerja sama ana orang atau lebih, bila terdapat saling pengertian
Atensi
dapat merupakan proses sadar maupun tidak sadar.
1.Proses otomatis tidak melibatkan
kesadaran, misalkan mengarahkan pandangan pada rangsang yang menarik secara
kognisi. Memperhatikan secara otomatis dilakukan tanpa bermaksud untuk
memperhatikan suatu hal. Perhatian terhadap suatu hal atau tindakan dapat
dibentuk sehingga menjadi otomatis (otomatisasi) melalui latihan dan frekuensi
melakukan tindakan tersebut.
2.Proses terkendali biasanya dikendalikan
oleh kesadaran, bahkan membutuhkan kesadaran untuk dapat mengarahkan atensi
secara terkendali. Biasanya proses terkendali membutuhkan waktu lebih lama
untuk dilakukan, karena dilakukan secara bertahap.
Proses
pembiasaan terhadap suatu hal selain membentuk proses otomatisasi, namun juga
membentuk habituasi yang justru menyebabkan atensi menjadi berkurang pada
hal-hal berkaitan yang tidak menjadi fokus dari pembiasaan. Penginput data di
komputer lebih memperhatikan poin informasi yang biasa diinputnya, namun
kadang-kadang luput membaca informasi yang berbeda dari biasanya. Proses
pembiasaan tidak hanya menjalankan tugas atensi, namun juga tugas-tugas lainnya
seperti motorik, mengingat dan lain-lain.
Manusia
menerima stimulus baik dari luar maupun dalam tubuhnya. Bagian tubuh yang
menerima stimulus tersebut disebut reseptor. Terdapat 5 jenis indera tubuh
manusia, yaitu penglihatan, pendengaran, sentuhan, rasa, dan bau. Reseptor
pendengaran (audio) menerima 15-19% informasi dari seluruh informasi yang
diterima dan sebagian besar, yaitu 80% informasi, diterima manusia melalui
penglihatan (visual).
Stimulus
yang diterima oleh indera tubuh manusia kemudian diteruskan menjadi persepsi.
Persepsi merupakan tahap kognitif dimana manusia menyadari sensasi yang
disebabkan oleh stimulus dan interpretasi informasi dari pengalaman atau
pengetahuannya (Groover, 2007). Proses persepsi terdiri dari dua tahap, yaitu
deteksi dan rekognisi. Deteksi terjadi pada saat manusia menyadari adanya
stimulus (bottom up processing), dan rekognisi terjadi ketika manusia
menginterpretasikan arti dari stimulus tersebut serta mengidentifikasinya
dengan pengalaman/pengetahuan sebelumnya (top down processing).
Stimulus
yang diterima oleh sistem indera tubuh kemudian diterima manusia sebagai
informasi dan disimpan dalam ingatan sensori. Ingatan ini memengaruhi persepsi
manusia dan kemudian menjadi ingatan kerja (ingatan jangka pendek). Informasi
baru dijaga dalam ingatan dengan adanya proses mental dan kemudian disimpan
dalam ingatan jangka panjang. Dari hal tersebut maka dapat dilihat apakah
perhatian seseorang dapat tertangkap oleh memori atau tidak.
Penyesuaian
perhatian terhadap suatu perangsang mempunyai tiga bentuk, yaitu sengaja, tidak
sengaja, dan habitual. Perhatian dapat dipusatkan pada sat kondisi badan,
seperti: lapar, haus, sakit, dan suhu badan. Istilah “habitual” menunjukkan
pada kecenderungan individu untuk memperhatikan kekuatan merangsang jenis
tertentu dalam setiap keadaan lingkungan dengan meninggalkan
perangsang-perangsang lainnya. Memperpanjang perhatian akan menimbulkan
kelelahan dan kebosanan di antara anak-anak atau orang yang lebih tua yang
tigdak dimotivasi oleh minat atau keinginan yang besar untuk mencapai suatu
tujuan khusus.
II.4 Faktor Yang Dipengaruhi
Perhatian
dapat mempengaruhi oleh faktor-faktor tertentu. Adapun faktor yang dipengaruhi
perhatian, antara lain:
1.Minat, yaitu suatu keadaan diman
ssesorang mempunyai perhatian spontan akan timbul sehingga belajar dapat
berlagsung dengan baik.
2.Pengetahuan, yaitu untuk mengetahui
pada diri seseorang maka sangat diperlukan adanya pengetahuan atau informasi
tentang kegiatan atau objek yang diminatinya.
3.Pengamatan, adalah proses mengenal
dunia luar dengan menggunakan indera.
4.Tanggapan, yaitu gambaran pengamatan
yang ditinggal dikesadaran sesudah mengamati.
5.Persepsi, yaitu menyangkut masuknya
pesan atau informasi kedalam otak manusia.
6.Ingatan (memory), yaitu kemampuanpada
manusia untuk menyimpan dan menimbulkan kembali ap yang pernah dialami.
7.Motivasi, yaitu sutu hasrat keinginan
dan minat yang timbul pada diri seseorang terhadap objek tertentu.
8.Prestasi, yaitu hasil yang dicapai
oleh seseorang setelah ia melakukan perubahan belajar
9.Keaktifan, yaitu Anak mempunyai
dorongan untuk berbuat sesuatu, mempunyai kemauan dan aspirasinya sendiri.
II.5 Macam-Macam Perhatian
Perhatian
merupakan aktivitas menjaga sesuatu tetap dalam pikiran yang membutuhkan kerja
mental dan konsentrasi. Adapun beberapa bentuk perhatian berdasarkan jenis
masing-masing, antara lain:
Ditinjau
dari segi timbulnya perhatian, maka perhatian dibedakan menjadi tiga macam,
yaitu:
1.Perhatian spontan, yaitu perhatian
yang timbul secara sendirinya dengan spontan. Perhatian ini berkaitan erat
dengan minat individu.
2.Perhatian tidak spontan, yaitu
oerhatian yang ditimbulkan dengan sengaja karena itu harus ada kemauan untuk
menimbulkannya.
3.Perhatian selektif (Selective
Attention)
Perhatian
selektif terdapat pada situasi dimana seseorang memantau beberapa sumber
informasi sekaligus. Penerima informasi harus memilih salah satu sumber
informasi yang paling penting dan mengabaikan yang lainnya. Faktor-faktor yang
memengaruhi perhatian selektif adalah harapan, stimulus, dan nilai-nilai.
Penerima informasi mengharapkan sebuah sumber tertentu menyediakan informasi
dan memberikan perhatian lebih pada sumber tersebut, memilih stimulus yang
paling memberikan efek atau terlihat dibanding yang lain, dan memilih sumber
informasi yang paling penting
Dilihat
dari banyaknya objek , maka dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu:
1.Perhatian yang sempit, yaitu perhatian
individu pada suatu waktu hanya dap memperhatikan sedikit objek
2.Perhatian yang luas, yaitu individu
pada suatu waktu dapat memperhatikan banyak objek pada suatu saat sekaligus.
Dilihat
dari banyaknya objek, maka perhatian dapat dibagi menjadi dua, yaitu perhatian
terfokus dan perhatian terbagi:
1.Perhatian terfokus (Focused Attention)
Perhatian
terfokus mengacu pada situasi dimana seseorang diberikan beberapa input namun
harus fokus pada satu input saja selama selang waktu tertentu. Penerima
informasi berfokus pada satu sumber/input dan tidak terdistraksi oleh
gangguan-gangguan lain. Faktor yang berpengaruh terhadap perhatian terfokus
adalah jarak dan arah, serta gangguan dari lingkungan sekitar. Penerima
informasi akan lebih mudah menerima informasi dari sumber yang berada langsung
di depannya.
2.Perhatian terbagi (Divided Attention)
Perhatian
terbagi terjadi ketika penerima informasi diharuskan menerima informasi dari
berbagai sumber dan melakukan beberapa jenis pekerjaan sekaligus.
Dilihat
dari fluktuasi perhatian, maka perhatian dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1.Perhatian yang terus menerus (Sustained
Attention)
Perhatian
terus menerus dilakukan penerima informasi yang harus melihat sinyal atau
sumber pada jangka waktu tertentu yang cukup lama. Dalam situasi ini sangat
penting bagi penerima informasi untuk mencegah kehilangan sinyal.
2.Kurang perhatian (Lack of Attention)
Kurang
perhatian merupakan situasi dimana penerima informasi tidak berkonsentrasi
terhadap pekerjaannya. Situasi ini disebabkan oleh kebosanan/kejenuhan dan kelelahan.
Ciri-ciri pekerjaan yang dapat menimbulkan situasi kurang perhatian adalah
pekerjaan dengan siklus pendek, sedikit membutuhkan pergerakan tubuh,
lingkungan yang hangat, kurangnya interaksi dengan pekerja lain, motivasi
rendah, dan tempat kerja memiliki pencahayaan yang buruk.
II.6 Gejala kekurangan Perhatian
Terdapat
beberapa gejala kekurangan perhatian, diantaranya adalah sebagai berikut:
1.Sering gagal untuk memberikan
perhatian dekat dengan rincian atau membuat kesalahan ceroboh di sekolah,
pekerjaan, atau kegiatan lainnya
2.Sering mengalami kesulitan
mempertahankan perhatian dalam tugas atau kegiatan bermaian
3.Sering tampaknya tidak mendengarkan
bila diajak bicara secara langsung
4.Sering tidak menindaklanjuti instruksi
dan gagal menyelesaikan tugas sekolah, pekerjaan, atau tugas-tugas di tempat
kerja
5.Sering mengalami kesulitan mengatur
tugas dan kegiatan dan pelupa
6.Sering menghindari, tidak suka, atau
enggan untuk terlibat dalam tugas-tugas yang membutuhkan usaha mental
berkelanjutan
7.Sering kehilangan hal yang diperlukan
untuk tugas-tugas atau kegiatan (misalnya mainan, tugas sekolah, pensil, buku,
atau alat)
8.Sering mudah terganggu oleh rangsangan
asing.
BAB
III
PENUTUP
III.
1 KESIMPULAN
Perhatian adalah merupakan
pemusatan atau konsentrasi dari seluruh aktivitas individu yang ditujukan
kepada suatu obyek atau kepada sekumpulan obyek-obyek. Perhatian juga adalah
merupakan penyeleksian terhadap stimuli yang diterima oleh individu yang
bersangkutan.
Perhatian
dapat dipengaruhi oleh factor-faktor tertentu. Faktor-faktor ini dapat berupa
faktor obyektif dan subyektif. Yang dimaksud dengan faktor obyektif adalah
sifat daripada obyek atau benda-benda yang menarik perhatian kita terlepas dari
kemauan dan pengalaman kita. Sedang faktor subyektif adalah faktor-faktor
berhubungan dengan keadaan, kondisi diri pribadi, sikap dan batin tertentu yang
memperhatikan obyek tersebut.
Proses
perhatian melibatkan pemusatan pikiran dan tugas tertentu sambil berusaha
mengabaikan stimulus lain yang mengganggu/tidak relevan. Atensi juga
terpengaruh oleh perbedaan usia, terutama pada masa anak. Perhatian dapat
dirumuskan sebagai perasaan tertariknya orang yang satu terhadap orang yang
lain.
Perhatian
merupakan aktivitas menjaga sesuatu tetap dalam pikiran yang membutuhkan kerja
mental dan konsentrasi. Adapun beberapa bentuk perhatian berdasarkan jenis
masing-masing,
Salam Blogger,




Post a Comment
Jika Anda Ingin Memberi Masukan/Saran, Pertanyaan, Atau Diskusi Mengenai Postingan Ini, Anda Dapat Mengisikannya Pada Kotak Komentar Berikut Ini.